Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 1 Soko, Siapkan Generasi Unggul dan Berbudi Luhur

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 16 Juli 2024 | 03:40 WIB
Upacara pembukaan MPLS diikuti semua siswa baru dengan pembina upaya Kepala SMAN 1 Soko Sumarni.
Upacara pembukaan MPLS diikuti semua siswa baru dengan pembina upaya Kepala SMAN 1 Soko Sumarni.

 

RADARTUBAN – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Soko senin (15/7) terasa spe­sial.

Selain diisi dengan berbagai kegiatan me­nye­nang­kan. Momen orientasi siswa baru tersebut juga meng­hadirkan tradisi yang patut menjadi teladan bersama.

Yakni, prosesi penyerahan anak dari orang tua/wali murid kepada sekolah untuk dibimbing dan dididik menjadi ge­nerasi unggul dan memiliki budi pekerti luhur.


Momen spesial itu semakin haru ketika para siswa me­laksanakan bakti sadhana atau sungkem kepada orang tua—sebagai tanda meminta restu dalam mencari ilmu.

Setiap peserta didik juga diminta menuliskan cita-citanya yang kemudian disampaikan kepada orang tua masing-masing.

Tidak sedikit orang tua dan guru ber­linang air mata melihat momen penuh haru tersebut.

Berharap agar apa yang dicita-citakan anak terkabul.

Foto-foto lainnya klik disini


Kepala SMAN 1 Soko Sumarni, SP. MPd mengatakan, tujuan dari proses penyerahan siswa dan bakti sadhana ini agar orang tua/wali murid benar-benar percaya sepenuhnya SMAN 1 Soko untuk mendidik siswa-siswi dengan sebaik mungkin.

‘’Harapannya, dengan prosesi pe­nyerahan anak dari orang tua kepada sekolah ini, kami bisa mendidik anak-anak dengan baik hingga lulus nanti, dan bisa meneruskan pendidikan yang lebih tinggi lagi,’’ ujarnya.


Marni berharap, dari 252 siswa baru SMAN 1 Soko ini menjadi generasi unggul dan memiliki akhlak mulia.

Dan kelak setelah lulus dari SMAN 1 Soko bisa me­lanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi terbaik. Sebab, dirinya prihatin dengan ting­ginya angka stunting akibat pernikahan dini.

Termasuk di Kecamatan Seko.

‘’Karena itu, kami berharap anak-anak bisa terus melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan meraih kesuksesan,’’ tuturnya mengajak
Ditegaskan Marni, setiap pe­serta didik harus memiliki min­dset bahwa hidup bukan hanya soal menikah saja.

Tapi harus memiliki cita-cita yang tinggi.

Dan cita-cita itu bisa ter­capai dengan terus me­lanjutkan pendidikan.


Mantan guru SMK Muham­ma­diyah 5 Babat itu melanjutkan, ketika anak memiliki mindset untuk terus belajar, dia meyakini, setiap lem­baga pendi­dikan bisa menjadi pilot project untuk menanggulangi pernikahan dini dan angka stunting.

Dengan begitu, setiap anak me­mi­l­iki masa depan yang panjang.

‘’Mereka datang dengan ba­hagia, ikut pem­bel­ajaran de­ngan ba­ha­gia, lulus dengan bahagia, dan nan­­tinya mene­mukan versi terbaik da­lam hi­dupnya, dan itu kami konsep mulai sejak MPLS ini,’’ ujarnya.


Marni menambahkan, kegiatan MPLS di SMAN 1 Soko ini akan dilaksanakan selama tiga hari, dan setiap harinya akan diisi dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan meng­edukasi.

‘’Dimulai dari MPLS ini, SMAN 1 Soko akan meng­edepankan pendidikan yang beretika dan disiplin,’’ tandasnya.


Pada MPLS hari pertama ter­sebut juga dilaksanakan penan­da­ta­nganan pakta integritas MPLS ra­mah anak, stop bullying dan MP­LS menye­nang­kan an­ta­ra pihak seko­lah dan jaja­ran For­ko­pim­­ca So­ko. (fud/tok)

Editor : Adib Turmudzi
#sman soko #pendidikan #mpls 2024 #mpls #SMAN 1 Soko