Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Upaya SDN Sukolilo I Melawan Isu Negatif (1): Patungan Kebutuhan Siswa, Tepis Kabar Bakal Ditutup

Annisa Dwi Kusuma Hany • Rabu, 17 Juli 2024 | 14:00 WIB

GEMBIRA: Siswa SDN Sukolilo I sedang bermain bola saat jam istirahat, Selasa (16/7).
GEMBIRA: Siswa SDN Sukolilo I sedang bermain bola saat jam istirahat, Selasa (16/7).

Sejak satu dekade terakhir, SDN Sukolilo I selalu mendapat siswa baru kurang dari lima anak. Minimnya pendaftar di sekolah yang terletak di kawasan kota itu salah satunya dipicu sering diisukan bakal ditutup.

CUKUP mudah menemukan se­­kolah ini. Lokasinya di Jalan Pang­­lima Sudirman nomor 94, Tuban.

Persis pinggir jalan di sisi utara, ber­dekatan dengan kantor kelurahan setempat.

Seperti sekolah pada umumnya, lembaga pendi­dikan ber­tembok kuning ini me­miliki fasilitas yang cukup memadai untuk menggelar kegiatan belajar mengajar.

Fasilitas sekolah ini cukup lengkap. Memiliki luas lahan sekitar 475 me­ter persegi dengan tiga ruang kelas yang ukurannya cukup luas.

Selain itu, juga memiliki prasarana lain, seperti lapangan olahraga, ru­ang guru, dan area parkir.

Saat memasuki gerbang sekolah pada hari kedua masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Selasa (16/7), terlihat siswa duduk di halaman kelas dengan memakai seragam olahraga.

Saat wartawan koran ini masuk ke sekolah tersebut, sontak satu per satu siswa langsung menghampiri dengan santun sambil jabat tangan dan mengucap salam.

Dari ruang guru muncul seorang pen­didik berseragam abu-abu. Dia adalah Dewi Pusporini Maysari, Plt Kepala SDN Sukolilo I.

Setelah mem­perkenalkan diri, pendidik yang akrab disapa Dewi itu langsung ber­­cerita banyak tentang sekolah.

’’Perjuangan guru disini tidak hanya mengajar, ta­pi juga mencari dana dan siswa agar mau sekolah di sini,’’ kata dia.

Sejak diterpa isu bakal ditutup be­­lasan tahun lalu, kondisi SDN Sukolilo I berubah 180 derajat. Se­kolah yang dulunya ramai pen­daftar, mendadak sepi.

Hingga kini total hanya ada 17 anak. De­ngan rincian kelas I dua siswa, ke­las II empat siswa, kelas III dua siswa, kelas IV dua siswa, ke­las V tiga siswa, dan kelas VI empat siswa.

Kabar bohong terkait ditutupnya SDN Sukolilo I itu berembus cepat. Banyak masyarakat yang memer­cayai. Sehingga orang tua takut me­nyekolahkan anaknya di lem­baga pendidikan yang lokasinya di tengah kawasan padat penduduk itu.

’’Ber­tahun-tahun guru di sini meluruskan kabar bohong tersebut agar tidak dipercaya masyarakat,’’ tuturnya.

Untuk kembali menarik keper­ca­yaan masyarakat, sering kali gu­­ru iuran untuk memenuhi kebu­tuhan sis­wa.

Tidak sedikit donatur juga ikut menyumbang. Sehingga siswa tertarik masuk di sekolah tersebut karena mendapatkan seragam, buku, tas, alat tulis, hingga sembako.

’’Bah­kan, diusahakan untuk mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP),’’ terang dia. (*/yud-bersambung)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #isu negatif #sepi #siswa #mpls #ditutup #guru #patungan #sdn sukolilo 1