Kesungguhan Muryono dalam menciptakan rumus matematika yang diberi nama: Roda Matematika, kini telah memberikan banyak manfaat. Selain memudahkan siswa dalam menghafal rumus dan mengerjakan soal matematika, juga bisa membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar.
HASIL tidak mengkhianati usaha. Itulah kata yang tepat menggambarkan proses panjang Muryono dalam menciptakan rumus matematika sederhana—yang kini banyak dimanfaatkan anak-anak di jenjang SD dan SMP.
Disampaikan Muryono, rumus matematika yang sudah dipatenkan dan terdaftar di Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI itu sangat sederhana dan mudah dipahami.
Ibaratnya, rumus yang di beri nama Roda Matematika ini adalah solusi untuk memudahkan anak dalam menghafal dan mengerjakan rumus matematika.
‘’Dengan menggunakan rumus ini, anak tidak perlu mencari-cari lagi rumus di buku. Tapi cukup mengoperasikan alat ini (rumus Roda Matematika, Red), anak sudah tahu rumusnya dan bisa mengerjakan soal matematika,’’ terang pria 39 tahun asal Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel itu.
Dijelaskan dia, media pembelajaran matematika berukuran 20x20 centimeter itu memiliki dua sisi lingkaran.
Sisi mika plastik warna merah difungsikan untuk mencari banyaknya sudut, sisi, rusuk, simetri lipat, dan simetri putar dari bangun datar dan ruang matematika.
Sementara di sisi mika warna biru, adalah bagian yang di gunakan untuk mencari rumus dari bangun datar dan ruang matematika. Sisi ini untuk mengetahui keliling, luas, dan volume.
Cara mengoperasikannya pun sangat sederhana. Misalnya, terang pria lulusan SMK itu, jika anak ingin mengetahui rumus keliling dan luas persegi panjang, maka tinggal mengarahkan anak panah ke kolom gambar persegi panjang.
Setelah itu, anak akan mengetahui rumusnya, Keliling: 2x(p+l).Luas: pxl
Pun demikian untuk mengetahui banyak sisi, rusuk, dan sudut dari bangun datar dan ruang, siswa tinggal mengarahkan anak panah pada kolom bangun datar atau ruang yang dicari.
Setelah anak panah berhenti, maka hasilnya bisa dilihat pada kolom lubang yang tersedia di dalamnya. Sesederhana itu, dan anak akan langsung paham.
‘’Jadi, ketika lupa dengan rumus yang dimaksud, anak tidak perlu membuka buku lagi, tapi cukup memutar anak panah pada media rumus Roda Matematika ini,’’ terang pria yang belasan tahun bekerja sebagai satpam perusahaan itu.
Cara kerja yang tinggal memutar simbol anak panah, lalu diarahkan menuju bangun datar atau ruang yang diinginkan ini hampir sama dengan spin game pada umumnya.
Bapak lima anak itu menuturkan, metode alat yang digunakannya itu bisa meningkatkan semangat anak-anak untuk belajar matematika.
‘’Dengan alat yang dimodifikasi seperti permainan ini, harapannya bisa menarik perhatian anak-anak untuk mau belajar matematika,’’ imbuhnya.
Selain bisa memberikan manfaat di dunia pendidikan. Buah dari inovasinya itu juga memberikan kesempatan lapangan pekerjaan untuk warga sekitar rumahnya. Utamanya ibu-ibu rumah tangga.
Sebab, produksi rumus matematika sederhana itu dilakukan secara konvensional. Sehingga membutuhkan peran banyak orang.
Dari mulai menggunting pola, memasang, hingga mengemas dalam plastik.
‘’Alhamdulillah, bisa memberikan manfaat untuk banyak orang. Bisa membuka lapangan pekerjaan juga,’’ tuturnya bersyukur.
Kini, setelah rumus ciptaannya dikenal secara luas, permintaan terus bertambah.
‘’Selain dari Tuban sendiri, permintaan juga datang dari luar kota hingga provinsi,’’ tandasnya. (*/tok)
Editor : Ahmad Atho’illah