Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ngerasa Dingin Banget Saat Malam? BMKG: Fenomena Bediding Berlangsung hingga Agustus

Hardiyati Budi Anggraeni • Rabu, 17 Juli 2024 | 21:10 WIB
Suasana pagi di sekitar Patung Letda Sucipto. Suhu udara pagi terasa sangat dingin hingga menusuk tulang.
Suasana pagi di sekitar Patung Letda Sucipto. Suhu udara pagi terasa sangat dingin hingga menusuk tulang.

 

RADARTUBAN – Beberapa hari ini, suhu udara saat malam terasa sangat di­ngin hingga menusuk tulang. Namun, ketika siang te­rasa terik.

Orang Jawa menye­butnya bediding.


Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban, suhu dingin di tengah musim kemarau ini bakal berlanjut hingga puncak kemarau pada Agustus nanti.

‘’Tapi suhu dingin ini adalah hal normal. Fenomena biasa setiap musim kemarau atau men­jelang puncak kemarau,’’ kata Kepala BMKG Tuban Zem Irianto Padama kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (16/7).


Di Tuban, terang Zem, suhu uda­ra yang dingin ini masih terbilang normal.

Lantaran hanya berkisaran 21-25 derajat. ‘’Ini sangat umum terjadi,” katanya.


Mantan Kasubid Pelayanan BM­KG Juanda itu mengu­ngkapkan, suhu dingin ini bakal berlangsung hingga Agustus, namun sedikit banyak masih akan dira­sakan sampai September.


Lebih lanjut, Zem men­jelaskan, suhu dingin yang terjadi di Tuban ini bukan disebabkan oleh feno­mena Aphelion.

Namun, dika­renakan angin Muson Australia yang sedang ber­tiup ke benua Asia, termasuk Indonesia.

Selain itu, pera­iran Samudra Hin­dia memi­liki suhu per­mukaan laut yang relatif lebih dingin.

Sehingga, suhu udara akhir­nya ikut menjadi lebih di­ngin.

‘’Suhu dingin ini dika­renakan ada angin Muson Australia, bukan karena ada fe­nomena Aphelion,’’ ungkap pria kelahiran Papua tersebut.


Zem menambahkan, suhu dingin ini hanya terjadi saat malam. Sementara saat siang, cua­ca terasa terik.

‘’Suhu panas ini disebabkan oleh kondisi langit yang tanpa awan.

Sinar matahari secara lang­sung sampai ke per­mukaan bumi tanpa ditahan oleh awan.

Kondisi ini dina­makan clear sky,” pung­kasnya. (gi/tok)

Editor : Ahmad Atho’illah
#bediding #cuaca #BMKG Tuban #suhu