Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ma’had Darul Ilmi MTs Negeri 2 Tuban, Siapkan Asrama Khusus Program Tahfidz

M. Mahfudz Muntaha • Kamis, 18 Juli 2024 | 03:46 WIB

Santri putra dan putri berbaris membaca Alquran sebelum setoran bacaan ke ustad pendamping.
Santri putra dan putri berbaris membaca Alquran sebelum setoran bacaan ke ustad pendamping.

 

RADARTUBAN – MTs Negeri 2 Tuban konsisten meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu yang menjadi prioritas adalah penguatan program tahfidz di Ma’had Darul Ilmi, pondok pesantren MTsN 2 Tuban.

Kini, para penghafal Alquran telah memiliki kamar sendiri-sendiri, sehingga bisa lebih fokus dalam menghafal.

Pengasuh Ma’had Darul Ilmi Bisrul Khofi, S.Pd.i, M.Pd mengatakan, sebenarnya program tahfidz sudah ada sejak lama.

Hanya saja, terang dia, asrama santri tahfidz masih jadi satu dengan yang lain. Kini, memasuki tahun ajaran 2024–2025 telah disediakan kamar khusus mulai kelas 7, 8, dan 9. Masing-masing per kelas satu kamar.

‘’Satu kamar diisi 30 santri. Alhamdulillah, sekarang bisa semakin fokus dalam menghafal dan jumlah setorannya juga bisa ditambah,’’ ujarnya.

Harapannya, ketika lulus nanti atau selama tiga tahun di ma’had, para santri bisa menghafal minimal tiga juz.

‘’Syukur-syukur bisa lebih, seperti lulusan tahun ini, ada santri bisa hafal hingga lima juz,’’ katanya.

Foto-foto lainnya klik disini

Selain tahfidz, lanjut Khofi, Ma’had Darul Ilmi juga tidak meninggalkan ngaji kitab klasik berupa kitab kuning. Bahkan, tahun ini santri semakin ditekankan untuk belajar nahwu sharaf.

Tujuannya, agar santri bisa membaca dan memaknai kitab.

‘’Harapannya, ketika nanti lulus dari MTsN 2 Tuban, mereka sudah bisa maknani dan menjelaskan kitab sendiri,’’ tuturnya.

Khofi sangat bersyukur, hasil dari program ngaji kitab kuning ini, beberapa waktu lalu—santrinya yang masih kelas delapan sudah bisa membaca kitab kuning dan menjelaskan.

‘’Sementara untuk kegiatan sehari-hari di ma’had, sekarang menerapkan bahasa Jawa Krama Inggil. Jadi, ketika berkomunikasi dengan teman-temannya, bapak ibu guru semua harus dengan bahasa jawa halus,’’ terang dia.

Tujuan dari pembiasaan bahasa Jawa Krama Inggil ini untuk membentuk karakter anak dalam hal komunikasi dengan orang lain, khususnya yang lebih tua.

Kepala MTsN 2 Tuban H. Qomaruddin, S.Ag., MA mengatakan, pendidikan di MTsN 2 Tuban, baik siswa reguler maupun di ma’had, yang ditekankan adalah pendidikan karakter untuk mencetak generasi qurani.

Generasi yang memiliki akhlak mulia. Dan salah satu upaya untuk mewujudkan harapan tersebut, adalah membiasakan komunikasi dengan menggunakan bahasa Jawa Krama Inggil.

‘’Karena bahasa Jawa Krama itu merupakan bahasa etika,’’ jelasnya.

Qomar—sapaan akrabnya—menyadari bahwa saat ini banyak anak muda yang mulai melupakan adat ketimuran. Karenanya, ketika banyak lembaga lain menggunakan bahasa Arab atau Inggris, MTsN 2 Tuban tetap menerapkan bahasa Jawa Krama Inggil sebagai bahasa komunikasi sehari-hari.

‘’Tapi bukan berarti kita tidak menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Bahkan, kami juga menyiapkan kursus bahasa Arab dan Inggris.

Hanya saja, dalam komunikasi sehari-hari tetap menggunakan bahasa Jawa Krama Inggil,’’ tandasnya sekaligus berharap lulusan MTsN 2 Tuban menjadi generasi emas yang memiliki akhlak mulia, dan bisa memberikan manfaat di lingkungan masing-masing. (fud/tok) 

Editor : Ahmad Atho’illah
#MTs Negeri 2 Tuban #pendidikan #mts #agama #Tahfidz Al Quran