Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Den Isyana Putri Nirwana, 1st Runner Up Putra Putri Tari Jawa Timur, Siswa SMAN 1 Tuban yang Bercita-Cita Jadi Pegiat Seni

Hardiyati Budi Anggraeni • Senin, 22 Juli 2024 | 01:05 WIB

 

DEN ISYANA PUTRI NIRWANA UNTUK RADAR TUBAN TARI REMO: Den Isyana Putri Nirwana selepas menarikan tari remo.  Den Isyana Putri Nirwana,
DEN ISYANA PUTRI NIRWANA UNTUK RADAR TUBAN TARI REMO: Den Isyana Putri Nirwana selepas menarikan tari remo. Den Isyana Putri Nirwana,

RADARTUBAN - Dara seni mengalir deras di tubuh Den Isyana Putri Nirwana. Kedua orang tuanya merupakan penari tradisional. Sedari kecil gadis 16 tahun itu sudah dikenalkan dunia kesenian oleh orang tuanya. Khususnya tari tradisional. Karenanya, dunia tari tak asing bagi dirinya.

Nisya—sapaan akrab Isyana Putri Nirwana—mengungkapkan, sejak kecil sudah dilatih menari. Juga kerap ikut berlatih bersama dengan anak didik orang tuanya. ‘’Karena orang tua punya sanggar, jadi waktu kecil sering ikut kakak-kakak latihan,” ujarnya.

Didikan orang tuanya membuahkan hasil. Berbekalkan arahan, serta ajaran orang tuanya terkait tari, sejak kecil dia sudah sering mengikuti perlombaan tari. Tak hanya itu, dia juga sering tampil di kegiatan sekolahnya. ‘’Sejak kecil memang sudah sering tampil nari,” katanya.

Siswa SMAN 1 Tuban itu menuturkan, dukungan orang tua sangat bermakna. Pasalnya, di semua perlombaan yang diikuti tak luput dari arahan orang tuanya.

Seperti halnya, ketika dia tengah mempersiapkan tarian Mustikaning Kenya untuk perlombaan Putra-Putri Jawa Timur 2024. ‘’Itu langsung dipantau sama ayah bunda,” ungkapnya.

Dikatakan dia, menari membuatnya dapat mengekspresikan diri. Selain itu, dia juga ikut melestarikan salah satu budaya Indonesia ini. Menurutnya, saat ini sudah sedikit anak muda yang mau menari tradisional.

‘’Maka dari itu, saya mau mengenalkan tarian agar anak muda juga mau ikut menari tradisional,” terang gadis berdomisili di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding itu.

Lebih lanjut, Nisya menyampaikan, menari butuh kelenturan tubuh serta fisik yang kuat, lantaran setiap tari akan memiliki tempo musik serta gerakan yang berbeda. Terkadang dibutuhkan gerakan yang kuat atapun gerakan yang membutuhkan kelentuan tubuh.

‘’Contohnya saja tari remo bolet, kita harus sesuai tempo, gerakan detail, serta kekuatan fisik yang bertumpu pada kaki itu sulit,” ujarnya.

Sebagai anak muda yang berkecimpung di dunia tari, dara kelahiran 2007 tersebut berkeinginan untuk memberikan ruang berkesenian tanpa batas. Selain itu, dia ingin memberikan motivasi serta inspirasi kepada anak muda.

Agar nantinya budaya Indonesia ini tetap lestari. ‘’Tentunya, agar banyak anak muda yang menari tradisional,” tandasnya. (gi/tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#penari #seni #tradisional #Jawa Timur