RADARTUBAN – Hingga hari keempat Kamis (25/7), ceceran darah yang “meneror” warga Dusun Juwiri, Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak masih menjadi misteri. Teka-teki dari mana asal darah yang berceceran di sejumlah titik itu belum terungkap.
Kapolsek Merakurak AKP Ciput Abidin mengatakan, sampai kemarin sore, timnya belum mampu mengungkap misteri darah yang berceceran tersebut.
Ciput—sapaannya—menuturkan, proses identifikasi cukup sulit karena darah yang tercecer sudah kering dan sebagian besar telah dibersihkan warga.
‘’Meski kami tidak bisa mengidentifikasi darah apa, yang terpenting ketika kami ke TKP sudah memastikan di Dusun Juwiri tidak ada warga terluka atau yang menjadi korban,’’ katanya.
Selain tidak ada korban, masyarakat juga mulai tenang. Tidak ada lagi kegaduhan.
‘’Terpenting itu, masyarakat sudah tenang,’’ ujarnya. Lebih lanjut, jika kembali muncul teror yang sama, masyarakat diminta untuk segera melapor ke polsek.
‘’Hadirnya kami di TKP itu untuk memastikan kepada masyarakat bahwa kepolisian akan selalu siap siaga,’’ ujarnya.
Terpisah, Cipto, warga Dusun Juwiri mengatakan, warga di lingkungannya sudah kondusif dan tidak ada lagi darah yang muncul.
Selain itu, Rabu (24/7) malam juga sudah digelar selametan tolak bala.
‘’Hari ini (kemarin) warga sudah berkegiatan seperti biasa,’’ katanya.
Hanya saja, terang dia, masih ada sebagian orang yang memanfaatkan peristiwa ini untuk kepentingan konten. Sehingga kembali memunculkan keresahan masyarakat.
‘’Seperti kemarin, ada postingan yang mengatakan bahwa ada kemunculan darah lagi, padahal tidak ada. Kami minta, kepada orang-orang yang suka ngonten hoaks ini segera berhenti,’’ harapannya. (fud/tok)
Editor : Ahmad Atho’illah