RADARTUBAN - Sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tuban bergeser. Pada 2022, sektor industri pengolahan menempati predikat pertama penyumbang laju pertumbuhan ekonomi.
Sedangkan 2023 lalu, penyumbang terbesar berasal dari sektor transportasi dan pergudangan.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban, sektor transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan 10,60 persen.
Tertinggi dibanding 17 sektor lain yang disurvei BPS. Berikutnya, sektor jasa lainnya tumbuh sebesar 10,51 persen. Kemudian disusul penyedia akomodasi dan makan minum. Sektor ini menyumbang sebesar 8,69 persen.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Tuban Arif Handoyo mengatakan, data hasil survei BPS ini menandaskan bahwa 10 persen lebih perekonomian di Kabupaten Tuban terdongkrak dari perputaran uang sektor transportasi dan pergudangan.
Dijelaskan Arif, selain transportasi penumpang, sektor ini juga mencakup distribusi atau pengangkutan barang yang berkaitan erat dengan perdagangan, seperti kegiatan ekspor dan impor. Artinya, ekonomi di Kabupaten Tuban bidang perdagangan ini menunjukan tren menjanjikan.
Pun dengan pergudangan. Data BPS menunjukkan bahwa sektor yang mencakup jasa pengiriman barang ini menampakkan geliat yang cukup positif.
Begitu juga dengan sektor penyedia akomodasi dan makan minum. Sektor yang di dalamnya mencakup industri kecil menengah (IKM) dan usah mikro, kecil dan menengah (UMKM) ini perlahan terkerek naik.
‘’Tren pertumbuhan ekonomi yang cukup positif ini sejalan dengan semangat Mas Bupati (Aditya Halindra Faridzky) dalam memajukan IKM dan UMKM di Tuban,’’ terang Arif.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Tuban Joko Sarwono menambahkan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dari berbagai sektor, Pemkab Tuban telah melakukan berbagai upaya.
Di antaranya, rutin melakukan monitoring harga kebutuhan barang pokok, memperbaiki sarana dan prasarana pendukung fasilitas umum seperti pasar dan destinasi wisata.
Untuk pengembangan IKM dan UMKM, lanjut Joko, pemkab memfasilitasi penjualan produk IKM dan UMKM ke toko-toko modern, memberikan kemudahan sertifikasi halal dan merek, kemudahan pemodalan hingga perizinan.
Juga rutin menggelar event di ruang-ruang publik dan destinasi wisata. Tujuannya, memberikan ruang bagi pelaku IKM dan UMKM untuk mengembangkan dan mempromosikan produknya.
‘’Setiap produk UMKM juga turut dipromosikan pada setiap kegiatan pameran dagang di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga mancanegara. Termasuk dalam proses ekspor-impor,’’ jelasnya.
Kepala BPS Tuban Andhie Surya Mustari mengatakan, meski sektor UMKM tidak disebutkan secara spesifik dalam survei, namun UMKM masuk di hampir semua sektor yang disurvei.
‘’Seperti di sektor transportasi dan pergudangan, UMKM juga masuk. Begitu juga di sektor penyedia akomodasi dan makan minum, UMKM juga masuk di dalamnya. Meski tidak sektor khusus UMKM, namun UMKM masuk di hampir semua sektor yang kami survei,’’ katanya. (tok)
Editor : Yudha Satria Aditama