Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kemiskinan Saat Orde Baru Jadi Akhir Perjalanan Kereta Api Tuban Masa Lalu

Andreyan (An) • Jumat, 2 Agustus 2024 | 15:04 WIB

 

Jejak rel kereta api Tuban peninggalan Hindia - Belanda yang kini sudah tak lagi beroperasi.
Jejak rel kereta api Tuban peninggalan Hindia - Belanda yang kini sudah tak lagi beroperasi.

RADARTUBAN – Saat pemerintahan Hindia-Belanda, jalur kereta api Tuban menjadi poros utama lalu lintas perdagangan. Terutama dari Babat, Lamongan ke Tuban dan Rembang.

Namun seiring berkembangnya pembangunan, lalu lintas kereta api di Tuban semakin sepi peminat hingga akhirnya tutup total pada tahun 1990.

Belum ada sumber pasti yang menyebutkan alasan ditutupnya jalur kereta api Tuban. Namun diduga kuat, kemiskinan yang saat itu banyak terjadi di masyarakat menjadi faktor utama jalur perdagangan terpaksa dihentikan.

Teguh Fatchur Rozi, pemerhati sejarah mengatakan, awal mula jalur kereta api di Tuban mulai sepi penumpang saat menjelang kemerdekaan Indonesia. Akibatnya sekitar tahun 1940, jalur kereta api Tuban – Merakurak menjadi jalur pertama yang nonaktif.

‘’Pergantian masa pemerintahan dari Belanda ke Indonesia menjadi salah satu faktor penyebab jalur kereta ini mulai sepi dan akhirnya tutup,’’ ujar dia.

Teguh menjelaskan, jalur kereta api Babat - Tuban mampu bertahan hingga tahun 1990.

Saat era orde baru tersebut, jalur Babat-Tuban yang resmi dinonaktifkan pemerintah menjadi akhir perjalanan kereta api di Bumi Ronggolawe.

Masa pemerintahan orde baru yang mengedepankan pembangunan jalan raya seakan mendukung penonaktifan jalur tersebut.

Apalagi, okupansi penumpang semakin sepi diduga karena banyak masyarakat miskin.

‘’Kemudahan menempuh perjalanan jalur darat pada waktu itu juga menjadi alasan masyarakat tidak menggunakan lagi kereta api,’’ jelas dia.

Meski telah dinonaktifkan sejak 1990 silam, sejumlah bangunan stasiun kereta api di Tuban masih banyak dijumpai hingga kini.

Antara lain stasiun Tuban, Plumpang, dan Pasantren (Kradenan).

‘’Bahkan beberapa jalur relnya masih dapat dijumpai utuh,’’ pungkasnya. (an/yud)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kereta api Tuban #orde baru #Hindia-Belanda #rel #kemiskinan