RADARTUBAN – Mengacu rincian alokasi transfer ke daerah tahun anggaran 2024 dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, dana bagi hasil (DBH) untuk Tuban 2024 ini tercatat Rp 518,5 miliar.
Tahun lalu, Tuban masih kebagian ‘kue’ DBH sekitar Rp 705,8 miliar. Sedangkan tahun ini jumlahnya turun turun Rp 187 miliar.
Jika mengacu pasal 23 undang-undang (UU) 33 tahun 2024 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah, pembagian DBH menggunakan prinsip Based on Actual Revenue. Artinya, penyaluran DBH berdasarkan realisasi penerimaan tahun anggaran berjalan.
Tapi fakta di lapangan berbeda dengan payung hukum tersebut. Meski dana bagi hasil (DBH) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk Tuban pada 2023 terserap maksimal seratus persen, tak membuat pembagian DBH untuk Tuban tahun ini meningkat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tuban Martina Sri Mulyani mengatakan, alokasi DBH untuk masing-masing kabupaten ditentukan oleh banyak faktor.
Selain penyaluran DBH berdasarkan realisasi penerimaan tahun anggaran berjalan, juga dipengaruhi hasil produksi saat itu.
‘’Jadi ada banyak faktor yang memengaruhi dan Kemenkeu sudah memiliki hitungannya,’’ tutur dia.
Martina mengakui Sumber Daya Alam Minyak dan Gas serta Sumber Daya Alam Minyak Bumi masih menjadi penyumbang terbesar DBH untuk Tuban.
Selama ini, DBH terbagi menjadi dua jenis yakni DBH Pajak dan DBH Sumber Daya Alam.DBH Pajak meliputi Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Penghasilan dan Cukai Hasil Tembakau.
Sedangkan DBH SDA meliputi Kehutanan, Mineral dan Batu Bara, Minyak Bumi dan Gas Bumi, Pengusahaan Panas Bumi dan Perikanan.
Mantan Kepala KPPN Tanjung Redeb, Berau ini menuturkan, selain sektor minyak bumi dan gas bumi, nilai DBH-nya relatif kecil. Jika pendapatan sektor minyak dan gas menurun, maka akan berpengaruh besar terhadap dana bagi hasil.
Dia menjelaskan, hingga semester awal 2024, serapan DBH di Tuban sudah mencapai Rp 227,41 miliar. Serapan tersebut terkontraksi 18,75 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
‘’Realisasi pada periode yang sama tahun lalu terserap Rp 279,91 miliar,’’ jelas dia.
Meski demikian, jumlah penerimaan DBH untuk Tuban masih menjadi yang terbesar kedua di Jawa Timur, setelah Bojonegoro. Tahun ini, DBH untuk Bojonegoro sebesar Rp 1,8 triliun. (yud)
Editor : Yudha Satria Aditama