RADARTUBAN – Pembangunan gedung Instalasi Perawatan Intensif Terpadu (IPIT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Koesma Tuban disorot oleh Komisi I DPRD Tuban.
Pasalnya, sejak dimulai tender April lalu, saat ini proses pengerjaan baru berjalan sekitar 0,4 persen.
Ketua Komisi I DPRD Tuban Fahmi Fikroni mengatakan, berdasar keterangan yang diterima, rekanan mengaku kesulitan mengerjakan penggalian fondasi karena lokasinya berbatu.
Selain itu, kontraktor juga berdalih perkara pembebasan lahan yang molor.
Kendati demikian, Roni—sapaan akrab Fahmi Fikroni—menilai bahwa progres yang 1 persen saja belum tercapai itu masih bisa ditoleransi dan dianggap ideal. Sebab, banyak hambatan yang dihadapi rekanan.
‘’Agar kedepannya sesuai target, Komisi I akan terus mengawal pembangunan gedung IPIT. Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan sidak,’’ terang dia.
Anggota komisi I Mukaffi Makki menambahkan, pengerjaan IPIT adalah proyek strategis yang telah ditunggu masyarakat.
Untuk itu, dibutuhkan koordinasi yang intensif agar pengerjaan tepat sesuai jadwal yang ditentukan.
‘’Kami ingin memastikan pengerjaan sesuai target dan tidak asal-asalan,’’ tandasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. R Koesma Tuban Masyhudi mengatakan, pengerjaan gedung IPIT yang bernilai Rp 54 miliar itu telah ditenderkan sejak April lalu.
Namun, ada sedikit kendala persoalan lahan. ‘’Itu yang mengakibatkan pengerjaan sempat tertunda,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama