Berangkat dari keinginannya untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat, Afthoniya Nurin Nadhifa mengikuti seleksi Duta Generasi Berencana (Genre) Jawa Timur. Dia berhasil meraih posisi sebagai Top 5 Duta Genre Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan Juli lalu.
RADARTUBAN - Dhifa—sapaan akrab Afthoniya Nurin Nadhifa—ingin sekali memberikan manfaat kepada masyarakat.
Khususnya terhadap generasi muda. Itulah yang melatari kesungguhannya mengikuti seleksi Duta Genre Jawa Timur 2024.
’’Ketika saya mengetahui bahwa tugas Duta Genre adalah mengedukasi dan menyosialisasikan berbagai hal penting, seperti persiapan kehidupan remaja, pencegahan stunting, keluarga berencana (KB), dan masih banyak lagi. Dari situ saya langsung tertarik ingin ikut berpartisipasi,’’ katanya.
Dara berusia 20 tahun itu semakin tertarik mengikuti pemilihan remaja putra-putri teladan itu setelah melihat akun Instagram Duta Genre dari berbagai kota/kabupaten dan provinsi sebagai referensi program. Ditambah motivasi dari sepupunya yang juga Duta Genre Surakarta.
Setelah meraih juara 1 Duta Genre tingkat kabupaten, anak pertama dari pasangan Imam Khalimi dan Hesti Miftahul Jannah itu akhirnya terpilih mewakili Kabupaten Tuban dalam seleksi Duta Genre tingkat Provinsi.
Di tingkat provinsi, proses seleksi berlangsung cukup ketat. Dimulai dari pemberkasan, desk audit, pembukaan, pemaparan materi dan forum group discussion (FGD). Kemudian, sesi penjurian presentasi, lalu ditetapkannya lolos Top 10.
Ketika masuk Top 10, gadis asal Kecamatan Palang itu mendapatkan kesempatan untuk mengikuti karantina, hingga akhirnya berhasil masuk Top 5 Duta Genre Provinsi Jawa Timur.
’’Awalnya benar-benar tidak menyangka, karena banyak teman lainnya yang keren. Jadi tidak expect kalau saya terpilih menjadi Top 5. Senang rasanya bisa mencapai titik ini,’’ ujarnya.
Menurut Dhifa, menjadi Top 5 Duta Genre provinsi itu membutuhkan kemampuan public speaking. Karena itu, dia terus mengasah kemampuan public speaking-nya melalui berbagai kompetisi dan organisasi.
Tidak kalah penting, tantangan selama seleksi adalah menata diksi dan mengontrol rasa gugup saat berhadapan dengan audiens.
’’Tapi saya bersyukur, proses panjang dan penuh tantangan itu bisa saya lalu hingga terpilih Top 5 Duta Genre Provinsi Jawa Timur,’’ tandasnya bersyukur. (*/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama