Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

LB PCNU Tuban Minta Tema Karnaval Harus Mencerminkan Adat Ketimuran

Andreyan (An) • Jumat, 9 Agustus 2024 | 19:56 WIB
Rois Syuriah PCNU Tuban Habib Muhammad Mahdi Assegaf membacakan hasil bahtsul masail LBM di kantor PCNU Tuban, Kamis (8/8).
Rois Syuriah PCNU Tuban Habib Muhammad Mahdi Assegaf membacakan hasil bahtsul masail LBM di kantor PCNU Tuban, Kamis (8/8).

RADARTUBAN – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban menyikapi maraknya kegiatan karnaval di sejum­lah daerah yang melenceng

dari ni­lai-nilai ketimuran, seperti goyang pargoy dengan pakaian seksi di sepanjang jalan.

Karena itu, lembaga pengkajian masalah agama ini mengajak kepada Pemkab Tuban untuk bersama-sama memfilter kegiatan karnaval di Bumi Ronggolawe.

Sehingga, perayaan kemerdekaan tetap pada tujuan utamanya, yakni menumbuhkan semangat nasionalisme, patriotisme, dan cinta terhadap tanah air.

Katib Syuriah PCNU Tuban KH Muhammad Arifuddin mengatakan, dalam hukum Islam, kegiatan kar­naval masuk kategori mubah.

Namun, akan menjadi haram jika tidak sesuai dengan syariat dan tuntunan adat ketimuran.

‘’Karnaval di Tuban harus dilaksanakan dengan baik. Jangan sampai melenceng dari syariat Islam dan adat ketimuran,’’ harapannya.

Lebih lanjut, Kiai Arif juga berpesan agar pelaksanaan kegiatan karnaval tidak berbenturan dengan kewajiban umat Islam dalam menjalankan salat lima waktu. ‘’Jika jadwalnya ber­ben­turan dengan waktu salat.

Semoga ada solusi dari panitia. Sebab, menjamak salat demi memprioritaskan karnaval itu tidak dibenarkan,’’ tegasnya.

Rois Syuriah PCNU Tuban Habib Muhammad Mahdi Assegaf me­nam­bahkan bahwa tujuan utama dari kar­naval adalah menum­buhkan semangat patriotisme dan nasionalis­me. Karena itu, kegiatan karnaval harus memiliki nilai edukasi.

‘’Pe­­merintah, aparat, ulama, serta masya­rakat harus bekerja-sama mencari solusi jika kegiatan karnaval tidak sesuai dengan tujuan utamanya,’’ harapannya.

Kepala Dinas Komunikasi, Infor­matika, Statistik dan Persandian (Dis­kominfo-SP) Tuban Arif Handoyo menuturkan, tema kegiatan karnaval memperingati HUT ke-79 RI tahun ini mengusung tema Folklore and Culture, yang berkaitan dengan cerita rakyat, legenda, dan tradisi budaya.

Tujuannya, menumbuhkan semangat nasio­nalisme, cinta terhadap tanah air, serta cinta terhadap tradisi dan budaya bangsa Indonesia.

‘’Sebagaimana yang selalu di­pesankan oleh Mas Bupati (Aditya Halindra Faridzky), generasi muda harus memiliki semangat nasio­nalisme yang tinggi,’’ tuturnya.

Lebih lanjut, Arif menyampaikan, kegiatan agustusan merupakan salah satu bentuk syukur atas kemerdekaan yang telah dicapai bangsa ini.

Namun, tegas dia, substansi dari perayaan kemerdekaan ini adalah merefleksi kembali semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

‘’Sehingga tumbuh patriotisme: semangat cinta tanah air dan nasionalisme: semangat kebangsaan pada generasi muda,’’ tandasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Lembaga Bahtsul Masail #pcnu #karnaval