RADARTUBAN – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban menyikapi maraknya kegiatan karnaval di sejumlah daerah yang melenceng
dari nilai-nilai ketimuran, seperti goyang pargoy dengan pakaian seksi di sepanjang jalan.
Karena itu, lembaga pengkajian masalah agama ini mengajak kepada Pemkab Tuban untuk bersama-sama memfilter kegiatan karnaval di Bumi Ronggolawe.
Sehingga, perayaan kemerdekaan tetap pada tujuan utamanya, yakni menumbuhkan semangat nasionalisme, patriotisme, dan cinta terhadap tanah air.
Katib Syuriah PCNU Tuban KH Muhammad Arifuddin mengatakan, dalam hukum Islam, kegiatan karnaval masuk kategori mubah.
Namun, akan menjadi haram jika tidak sesuai dengan syariat dan tuntunan adat ketimuran.
‘’Karnaval di Tuban harus dilaksanakan dengan baik. Jangan sampai melenceng dari syariat Islam dan adat ketimuran,’’ harapannya.
Lebih lanjut, Kiai Arif juga berpesan agar pelaksanaan kegiatan karnaval tidak berbenturan dengan kewajiban umat Islam dalam menjalankan salat lima waktu. ‘’Jika jadwalnya berbenturan dengan waktu salat.
Semoga ada solusi dari panitia. Sebab, menjamak salat demi memprioritaskan karnaval itu tidak dibenarkan,’’ tegasnya.
Rois Syuriah PCNU Tuban Habib Muhammad Mahdi Assegaf menambahkan bahwa tujuan utama dari karnaval adalah menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme. Karena itu, kegiatan karnaval harus memiliki nilai edukasi.
‘’Pemerintah, aparat, ulama, serta masyarakat harus bekerja-sama mencari solusi jika kegiatan karnaval tidak sesuai dengan tujuan utamanya,’’ harapannya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Tuban Arif Handoyo menuturkan, tema kegiatan karnaval memperingati HUT ke-79 RI tahun ini mengusung tema Folklore and Culture, yang berkaitan dengan cerita rakyat, legenda, dan tradisi budaya.
Tujuannya, menumbuhkan semangat nasionalisme, cinta terhadap tanah air, serta cinta terhadap tradisi dan budaya bangsa Indonesia.
‘’Sebagaimana yang selalu dipesankan oleh Mas Bupati (Aditya Halindra Faridzky), generasi muda harus memiliki semangat nasionalisme yang tinggi,’’ tuturnya.
Lebih lanjut, Arif menyampaikan, kegiatan agustusan merupakan salah satu bentuk syukur atas kemerdekaan yang telah dicapai bangsa ini.
Namun, tegas dia, substansi dari perayaan kemerdekaan ini adalah merefleksi kembali semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
‘’Sehingga tumbuh patriotisme: semangat cinta tanah air dan nasionalisme: semangat kebangsaan pada generasi muda,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama