Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penjualan Mobil Listrik di Tuban Masih Minim, Begini Alasannya

Hardiyati Budi Anggraeni • Minggu, 11 Agustus 2024 | 23:18 WIB

Supervisor Wuling Tuban, Zainal Abidin tengah mengisi daya kendaraan listrik.
Supervisor Wuling Tuban, Zainal Abidin tengah mengisi daya kendaraan listrik.

 

RADARTUBAN - Kendati mulai di lirik masyarakat, namun keberadaan mobil listrik di Tuban masih minim. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan terkait kendaraan masa depan tersebut.

Zainal Abidin, supervisor Wuling Tuban menyampaikan, meski sudah mulai ada kenaikan sejak awal 2024.

Namun, diakui dia, masyarakat masih perlu banyak edukasi.

‘’Masih banyak yang takut kalau pembenahannya mahal, listriknya nanti juga habis banyak,’’ katanya.

Selain itu, lanjut dia, bahan bakar utama yang berasal dari listrik juga turut menjadi ketakutan masyarakat.

Banyak yang berpendapat bahwa mobil listrik tidak aman digunakan saat banjir.

‘’Banyak yang takut nanti kalau banjir gimana mobilnya. Padahal, baterainya sudah dirancang dengan standar internasional. Jadi, dipastikan aman, apalagi ada garansinya,” ungkapnya.

Dikatakan Zainal, mobil listrik sebenarnya lebih efisien dari mobil biasa.

Dari segi ekonomis maupun perawatannya, kendaraan listrik memang lebih menguntungkan.

Sebagai contoh, mobil yang akan menempuh 300 kilometer membutuhkan BBM hingga Rp 300 ribu.

Sedangkan, jika menggunakan mobil listrik hanya perlu membayar Rp 50 ribu saja.

‘’Sebenarnya lebih ekonomis, bahan bakarnya juga lebih murah. Bisa di-charger di rumah juga. Kalau listrik kan juga tidak butuh oli,” katanya.

Secara terpisah, Indra Permana Sales Consultant Hyundai Tuban turut mengamini bahwa mobil listrik memang lebih efisien dari mobil BBM.

Pasalnya, terkadang ada jenis BBM yang stoknya kosong di SPBU atau harus mengantre terlebih dahulu.

Berbeda dengan mobil listrik yang bisa diisi daya hanya dari rumah.

‘’Listrik itu sebenarnya lebih mudah, karena bahan bakarnya pasti. Kalau yang BBM kadang stoknya gak ada jadi harus pindah ke yang lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Indra menyampaikan, masyarakat masih enggan untuk mengubah kebiasaan dari mobil biasa ke mobil listrik.

Hal ini juga menjadi pemicu minimnya kendaraan listrik roda empat itu di Tuban.

‘’Kita terbiasa mengisi bahan bakar kalau sudah habis. Kalau di listrik nggak bisa. Jadi, kita harus isi dulu dan memperkirakan bisa sampai sana atau tidak. Mungkin itu yang belum mau diubah,” katanya

Padahal, kata dia, sudah banyak ditemukan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Sehingga, masyarakat tidak perlu takut berjauhan dari rumah.

Meski di Tuban hanya ada dua, namun di rest area dan tol sudah banyak yang menyediakannya.

‘’Meski di Tuban memang masih jarang, tapi kalau kita di tol ataupun rest area kota besar pasti sudah banyak,” tandasnya. (gi/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#otomotif #mobil listrik aman terkena hujan #Mobil Listrik