RADARTUBAN – Jumlah penduduk di Kabupaten Tuban mengalami kenaikan cukup signifikan. Berdasar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tuban, jumlah penduduk Tuban hingga akhir semester satu 2024 lalu mencapai 1.261.691 jiwa. Naik 3.323 jiwa dari 2023 atau selama enam bulan terakhir.
’’Jumlah penduduk Tuban pada semester dua 2023 lalu sebesar 1.258.368 jiwa.
Jadi, ada kenaikan 3.323 jiwa selama enam bulan terakhir ini,’’ kata kepala Disdukcapil Tuban Rohman Ubaid melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Manu.
Dari segi gender, terang Manu, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak, yakni 631.840 jiwa.
Sementara penduduk perempuan sebanyak 629.851 jiwa. ’’Penduduk laki-laki lebih banyak 1.989 jiwa dibanding perempuan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan, dari total keseluruhan penduduk Tuban, yang tercatat ber-KTP sebanyak 991.120 jiwa. Rinciannya, 498.637 jiwa perempuan dan 492.483 jiwa laki-laki.
’’Untuk total penduduk lebih banyak laki-laki, tapi yang sudah memiliki KTP lebih banyak perempuan,’’ terangnya.
Manu memprediksi, banyaknya penduduk perempuan yang memiliki KTP dibanding laki-laki, itu mungkin karena usia harapan hidup perempuan lebih lama daripada laki-laki. ’’Tapi selisihnya memang tidak banyak,’’ tandasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, sejak dua bulan terakhir ini disdukcapil telah melaksanakan program KTP School yang menyasar seluruh SMA/SMK/SLTA se-Kabupaten Tuban.
Tujuannya, agar saat pemilihan kepala daerah (pilkada) 27 November nanti, mereka yang sudah berusia 17 tahun bisa menggunakan hak pilihnya. Bahkan, ada sebagian yang melakukan perekaman terlebih dulu.
’’Sudah melakukan perekaman, tapi karena umurnya belum genap 17 tahun, sehingga belum dicetak. Nanti (menjelang pilkada, Red) kalau sudah berusia 17 tahun, maka KTP bisa dicetak,’’ ujarnya, agar pada saat pilkada bisa menggunakan hak pilih.
Manu menambahkan, berdasar data per 9 Agustus lalu, penduduk Tuban yang belum melaksanakan perekaman KTP elektronik sebanyak 13.143 jiwa. Rinciannya, sebanyak 6.878 laki-laki dan 6.265 perempuan.
Sehingga, tinggal sekitar 1,3 persen penduduk Tuban yang belum melaksanakan perekaman.
’’Selain melakukan perekaman di sekolah, kami juga menginisiasi untuk melakukan pendekatan masyarakat melalui kecamatan masing-masing. Bahkan, di setiap kecamatan sudah bisa melakukan perekaman dan cetak KTP,’’ tandasnya. (han/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama