Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pertengahan Agustus Berpotensi Ada Hujan di Tuban karena La Nina

Annisa Dwi Kusuma Hany • Selasa, 13 Agustus 2024 | 03:47 WIB
LICIN: Hujan deras di awal musim kemarau lalu. Pada pertengahan Agustus nanti hujan ringan diprediksi mulai turun menyusul memasuki fase La Nina.
LICIN: Hujan deras di awal musim kemarau lalu. Pada pertengahan Agustus nanti hujan ringan diprediksi mulai turun menyusul memasuki fase La Nina.

RADARTUBAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban memprediksi, pertengahan Agustus nanti akan ada potensi pergeseran menuju La Nina dari sebelumnya fase netral.

’’Fenomena La Nina ini secara umum akan berpengaruh pada peningkatan hujan di wilayah Indonesia,’’ kata Kepala BMKG Tuban Zem Irianto.

Artinya, pada per­tengahan Agustus nanti bakal ada peningkatan curah hujan, namun masih dalam fase musim kemarau.

Dijelaskan Zem—sapaannya, fase La Nina merupakan embusan angin pasat yang bergerak dari Pasifik timur ke arah barat sepanjang ekua­tor men­jadi lebih kuat dari biasanya.

Me­nguatnya angin pasat inilah yang kemudian mendorong massa air laut ke arah barat. Maka, di Pasifik timur suhu muka laut menjadi lebih dingin.

Sehingga, biasanya di beberapa wilayah In­donesia berisiko banjir, suhu udara yang lebih rendah di siang hari, dan lebih banyak badai tropis.

Berapa persen fenomena La Nina berpengaruh ke peningkatan curah hujan? Mantan Kasubid Pelayanan BMKG Juanda itu menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan tergantung kondisi dinamika atmosfer terhadap pembentukan awan-awan hujan di suatu wilayah.

Apakah La Nina berpotensi me­nye­babkan bencana, seperti long­sor, puting beliung, atau banjir? Menurut­nya, kondisi itu tergantung dinamika atmosfer.

Selain itu, juga perlu diper­hatikan fenomena gangguan cuaca skala regional lain­nya seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin serta Rossby. (han/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#BMKG #hujan #la nina #musim