RADARTUBAN – Usai sukses menggelar kompetisi internal kelompok umur kelas 2 (usia 17-19) dan 3 (usia 16-18), Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Tuban dalam waktu dekat akan menggulirkan kompetisi internal kelas 1 (usia 18-21) pada awal September mendatang.
Ketua Panitia Penyelenggara Kompetisi Internal Askab PSSI Tuban Hasan Asj’ari menuturkan, kompetisi internal kelas 1 akan mulai digelar 7 September mendatang.
‘’Turnamen ini diperuntukan pesepak bola kelompok umur 18-21 tahun,’’ ujar dia.
Gelaran tersebut diikuti oleh 10 tim yang terbagi menjadi dua grup. Grup A akan bertanding di lapangan Jarorejo, Kecamatan Kerek.
Sementara grup B akan berlaga di lapangan Kuthogoro, Kecamatan Widang.
Kompetisi internal kelas 1 ini merupakan kompetisi terakhir dari kelompok umur yang akan diselenggarakan oleh Askab PSSI Tuban pada tahun ini.
Tak hanya kompetisi internal. Sebelumnya, sejumlah turnamen kelompok juga umur telah diselenggarakan. Mulai dari kompetisi Assosiasi Sekolah Sepakbola Kabupaten (Assekab) U-8, U-10, U-12, U-14, dan Piala Soeratin.
‘’Alhamdulillah kompetisi sepak bola seluruh lapisan usia telah digulirkan di Tuban, ini (kompetisi internal kelas 1, Red) adalah kompetisi kelompok umur terakhir yang akan diselenggarakan di tahun ini,’’ ungkap dia.
Hasan menuturkan, adanya kompetisi kelompok umur merupakan wadah bagi para pesepak bola muda Tuban untuk mengembangkan bakatnya secara berjenjang, sekaligus memberi jam terbang bagi mereka.
‘’Harapannya, dari kompetisi usia muda ini bisa memunculkan talenta-talenta berbakat yang nantinya akan diproyeksikan menuju klub profesional lokal Tuban,’’ jelas dia
Belum jelasnya status keikutsertaannya Persatu Tuban dalam Liga 3 tahun ini turut menjadi atensi Askab Tuban untuk segera diselesaikan.
Ketua Askab PSSI Tuban Budi Sulistiyono mengatakan, adanya kompetisi kelompok umur ini juga harus diimbangi dengan adanya klub lokal profesional yang nantinya menjadi muara pesepak bola muda ini mengembangkan bakatnya.
Ditegaskan dia, bakat pesepak bola Tuban harus bisa tersalurkan di klub profesional. Tujuannya, agar pengembanganya tidak mandek pada usia muda saja.
‘’Makanya, kondisi klub profesional di Tuban saat ini menjadi atensi bagi kami untuk bisa segera menyelesaikannya,’’ pungkasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama