TUBAN – Selain faktor biologis dan ekonomi, persoalan asmara juga menjadi salah satu pemicu seseorang menderita gangguan jiwa dan masuk di salah satu data ODGJ Tuban.
Berdasar data orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang ditangani Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3APMD) Tuban selama lima tahun terakhir, 20 persen penderita gangguan jiwa diawali dari kegagalan asmara.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P3APMD Tuban Ismail mengungkapkan, hingga Agustus ini total ada 2.048 ODGJ Tuban yang ditangani bidangnya. Rinciannya, 30 persen disebabkan faktor biologis meliputi keturunan, disfungsi pada sistem otak, cedera, dan lain-lain.
Kemudian 70 persen dipicu faktor psikososial dengan rincian, 30 persen faktor ekonomi, 20 persen persoalan asmara, 10 persen faktor bullying, 5 persen pengaruh gaya hidup seperti minuman alkohol dan obat-obatan, dan 5 persen karena faktor lain-lain.
Ismail mengungkapkan, faktor psikososial disebabkan dari lingkungan sekitar menjadi penyebab gangguan jiwa yang paling dominan untuk saat ini. ‘’Dan itu (faktor psikososial) bisa menimpa siapa pun. Terutama yang biasa mengalami stres berkepanjangan,’’ ujarnya.
Baru-baru ini, terang dia, permasalahan asmara menjadi faktor psikososial yang mudah menyerang mental seseorang. Catatan persentasenya bahkan hampir menyamai gangguan jiwa yang disebabkan oleh faktor ekonomi.
Menurut Ismail, mayoritas penderitanya terjadi lantaran mengalami kegagalan dalam rumah tangga, putus cinta hingga masalah perselingkuhan. ‘’Kurang lebih ada 400 penderita gangguan jiwa faktor persoalan asmara yang ditangani oleh Dinsos P3APMD Tuban,’’ ungkapnya.
Mantan Kabid Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban itu menceritakan, baru-baru ini ada salah satu pasien yang ditanganinya mengalami gangguan jiwa cukup berat. Itu terjadi setelah pulang merantau. Pemicunya, istri yang selama ini dipercaya ternyata selingkuh dengan pria lain.
‘’Mentalnya pada saat itu langsung terguncang. Sekarang ini masih dalam pengawasan kami,’’ ujar dia.
Ismail menambahkan, saat ini seluruh ODGJ yang masuk dalam datanya terus mendapatkan pengawasan serta pembinaan dari pendamping, serta petugas kesehatan jiwa dari masing-masing puskesmas di wilayah Kabupaten Tuban.
‘’Jika masuk dalam kategori berat, maka kami rujuk ke RSJ Menur,’’ tandasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama