RADARTUBAN - Di mata Kepala Sekolah SMAN 4 Tuban Sri Mirah, Briptu TW, anggota Satlantas Polres Tuban yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri—dulu ketika masih SMA dikenal baik dan pendiam.
’’Menurut informasi bapak/ibu guru, selama sekolah, almarhum dikenal baik. Kami, segenap keluarga besar SMAN 4 Tuban mengucapkan turut berduka cita atas kejadian ini,’’ kata Mirah saat ditemui wartawan koran ini di SMAN 4 Tuban Kamis (15/8).
Yasaroh, mantan wali kelas TW menambahkan, meski dikenang sebagai siswa yang pendiam. Namun, almarhum juga tergolong siswa yang pintar dan memiliki sikap yang ramah.
”Anaknya sae (baik), juga gerapyak sama orang lain. Saya nggak nyangka kalau secepat itu meninggalnya,’’ tuturnya.
Lebih lanjut, Yasaroh mengatakan, semasa sekolah, TW sering bercengkrama seperti anak-anak pada umumnya.
Baca Juga: Mantan Ajudan Kapolres Tuban Ditemukan Gantung Diri di Dalam Rumah
’’Yang saya ingettangannya dulu selalu basah waktu menggarap ujian di atas lembar jawaban komputer (LJK), sehingga saya mencoba membantu untuk menghitamkan,’’ jelasnya.
Kendati demikian, TW merupakan siswa yang lulus tahun 2014 dari SMAN 4 Tuban memiliki pribadi yang santun.
Semasa di sekolah, dia juga memiliki kepedulian tinggi dengan teman-temannya dan pernah menjadi tim pasukan pengibar bendera (Paskira) di SMAN 4 Tuban.
Bahkan, ketika bertemu dengan gurunya di jalan, TW selalu berhenti dan hormat kepada gurunya.
’’Di sekolah nggak pernah melanggar dan nggak pernah telat sekolah. Pokoknya pribadinya santun dan patut menjadi contoh bagi siswa-siswa lain. Dia polisi yang baik dan selalu menawarkan kepada sekolah kalau butuh bantuan keamanan,’’ tandasnya.
Sementara itu, staf tata usaha SMAN 4 Tuban Indra Yudha mengaku bahwa pekan lalu, tepatnya Sabtu (10/8), dia baru berjumpa dengan almarhum. Bertemu di More Cafe Tuban sekitar pukul delapan malam.
Bersisipan di depan pintu masuk. Dia bersama istri dan dua anaknya.
’’Dia baik dan santun. Saat itu, anaknya disuruh salaman dengan saya. Kemudian dia duduk di sebelah barat, sedangkan saya menyanyi. Sampai jam 9 malam pamitan dan salaman seperti biasa. Waktu itu kondisinya sehat-sehat saja dan tambah gemuk, sampai pangling saya,’’ tandasnya. (han/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama