RADARTUBAN – Karakteristik geologi Tuban berada di daerah pesisir utara Pulau Jawa memiliki risiko gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban Zem Irianto membenarkan adanya potensi gempa bumi megathrust di Pulau Jawa.
’’Namun, daerah Tuban risiko kecil terkena dampak gempa megathrust. Karena sumber gempa tersebut berada di zona subduksi laut selatan Pulau Jawa. Sedangkan Tuban risiko gempanya berasal dari sesar aktif lokal,’’ ujarnya.
Zem-sapaan akrabnya menuturkan, gempa megathrust ini diakibatkan oleh salah satu bidang patahan naik dengan potensi magnitudo tinggi, yakni lebih dari 7 skala richter (SR).
’’Sehingga berpotensi tsunami,’’ tegasnya.
ASN kelahiran Papua itu mengungkapkan, gempa megathrust yang berpotensi di Indonesia analoginya sama dengan gempa megathrust nankai di Jepang Selatan.
’’Hanya karakteristik batuan dan lokasinya berbeda,’’ tuturnya.
Apa perbedaan dengan gempa lainnya? Mantan Kasubid Pelayanan BMKG Juanda itu menjelaskan, gempa yang berada di luar daerah megathrust umumnya terjadi di outer rise earthquake atau ’diluar zona subduksi’. Dan, sesar yang berada di darat maupun di laut memiliki potensi magnitudo yang lebih kecil.
Kendati demikian, Zem mengimbau, untuk tetap tenang dan tidak perlu panik berlebihan.
Berdasarkan informasi gempa bumi yang tersebar harus disikapi dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi.
Hal tersebut untuk mencegah dan mengurangi dampak terjadinya korban dan kerusakan bangunan.
’’Gempa megathrust sampai saat ini belum bisa diprediksi dengan tepat. Kapan, dimana, dan berapa besar magnitudo yang akan terjadi. Dari hasil kajian atau penelitian menyatakan bahwa ada potensi bukan prediksi gempa Megathrust di Indonesia,’’ pesannya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji menyampaikan, megathrust atau gempa dengan kekuatan tinggi ini sudah diketahui sejak lama.
Kendati demikian, mencuatnya pembahasan gempa tersebut bukan peringatan dini.
’’Dan bukan gempa yang akan terjadi besok atau dua bulan lagi atau bahkan sebulan lagi,’’ jelasnya.
Darmaji menambahkan, hal itu merupakan peringatan kepada masyarakat bahwa potensi megathrust itu ada.
’’Dan perlu diketahui, kalaupun ada potensi gempa dengan kekuatan tinggi di Jawa Timur. Maka kita tetap harus waspada dan jangan panik terhadap isu tersebut,’’ tandasnya. (han/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama