Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pelas Palang Kuliner Legendaris Khas Tuban dengan Cita Rasa Kenikmatan Pedas dan Gurih

Annisa Dwi Kusuma Hany • Rabu, 21 Agustus 2024 | 17:47 WIB

Photo
Photo

 

Sepanjang jalan Desa Palang, Kecamatan Palang, tampak berjejer penjual pelas. Di daerah lain, makanan ini dikenal dengan nama dadar jagung, bakwan jagung, atau gimbal jagung di daerah lain. Tapi di Tuban namanya pelas.

KULINER berbahan dasar jagung ini berhasil memikat hati banyak orang dengan cita rasanya yang gurih dan pedas.

Saat wartawan Jawa Pos Radar Tuban berhenti di salah satu warung yang tampak sederhana—terpampang jelas banner bertuliskan ’Pelas Bu Siti’.

Sore itu, pemilik warung, Siti Aisyah terlihat sibuk menyiapkan bahan-bahan dagangannya.

Tampak berbagai bahan yang siap diolah, seperti jagung manis, bumbu, tepung, dan daun bawang.

Ketika Siti-sapaannya—mulai menyiapkan pesanan pertama, lima menit kemudian para pembeli berdatangan.

Seolah menandakan warung ini memang sudah menjadi tujuan kuliner favorit warga.

Wanita berusia 64 tahun itu mengaku sudah berjualan pelas sekitar 34 tahun.

’’Saya sudah mulai jualan sejak cucu saya ini masih kecil. Dan sekarang dia sudah kuliah di Malang,’’ katanya sembari menunjuk cucunya yang turut membantu menyiapkan bahan olahan pelas.

Wartawan koran ini memperhatikan cara mengolah dadar jagung yang dikenal dengan nama kuliner pelas Palang.

Pertama, jagung manis disisir kemudian digerus bersamaan dengan bumbu khasnya.

Proses inilah yang membuat pelas palang berbeda dari pelas lainnya.

Sehingga memberikan cita rasa yang khas dan nikmat. Selanjutnya, adonan dipindahkan ke tempat lain, lalu dicampur dengan sedikit air, tepung, serta daun bawang.

Setelah itu, pelas digoreng di atas penggorengan yang masih tradisional.

Dan terakhir, jika pelas sudah terlihat agak kecoklatan diangkat dan ditiriskan. Harga pelas ini dibanderol seribu rupiah per biji.

Saban harinya, Siti mendapat omzet kurang lebih Rp 500-700 ribu.

’’Setiap hari bisa menghabiskan sekitar tiga hingga dua karung jagung manis.

Tapi kadang tidak tentu, kalau sepi bisa cuma dapet Rp 300 ribu,’’ ujar Siti.

Warung pelas ini buka setiap hari pukul 16.00 hingga 21.00 malam.

Camilan legendaris ini bisa dinikmati sebagai teman ngobrol sore hari atau sebagai pelengkap hidangan nasi.

Dengan cita rasa yang khas dan harga terjangkau, pelas Palang telah menjadi favorit masyarakat di Kecamatan Palang dan sekitarnya.

Bahkan, dari luar kota seperti Bojonegoro dan Lamongan juga sering datang.

Maklum, pelas Palang ini rasanya memang cukup ngangenin.

Rasanya beda dari pelas-pelas lain.

Sulit diungkapkan dengan kata-kata, tapi kalau sudah dirasakan, sepertinya sulit untuk dilupakan.

Jika Anda penasaran dan ingin mencicipi kelezatan pelas Palang. Anda bisa datang di Desa/Kecamatan Palang.

Tepatnya di sepanjang pesisir Jalan Daendels. (han/tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#kuliner #khas tuban #pelas palang #legendaris