Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Petani Garam Resah, Harga Perlahan Merosot, Saat Ini, Per Kg Hanya Dihargai Rp 600

Andreyan (An) • Rabu, 21 Agustus 2024 | 20:00 WIB

Photo
Photo

 

RADARTUBAN – Menjelang berakhirnya musim kemarau yang diprediksi September mendatang, sejumlah petani garam di wilayah Tuban mulai resah.

Itu menyusul harga garam yang berangsur anjlok.

Ketua Paguyuban Petani Garam Desa Leran Wetan, Kecamatan Palang, Budianto mengatakan, tahun lalu di bulan yang sama, harga garam masih menyentuh harga Rp 1.000 per kg. Namun, untuk tahun ini merosot tajam.

‘’Sekarang harga sudah Rp 600 per kg,’’ katanya, dan masih ada potensi untuk turun lagi.

Itulah yang membuat para petani garam cemas.

Sebab, sebentar lagi memasuki musim penghujan, dan hasil panen garam harus mulai dijual.

Dikatakan Budi—sapaannya, per hektare lahan tambak mampu menghasilkan 6-7 ton garam.

‘’Pendapatan yang kami dapatkan itu harus dikurangi biaya operasional yang kurang lebih mencapai Rp 1 juta per bulan,’’ jelasnya.

Lebih lanju, Budi menuturkan, hukum pasar garam berbeda dengan hukum dagang bahan pokok lainnya.

Menurutnya, harga garam ditentukan serta terpacu oleh prosesor pabrik garam.

Sehingga, harga garam kadang naik kadang terjun bebas, bahkan di berbagai daerah harganya beragam.

‘’Harga garam yang tidak memiliki patokan, membuat sejumlah petani garam risau setiap saat,’’ ujar dia.

Dia berharap kepada pemerintah agar bisa memberikan patokan harga garam secara nasional, dan memasukan garam dalam harga bahan pokok utama secara nasional.

‘’Semoga pemerintah peka terhadap permasalahan yang dihadapi oleh rakyatnya’’ pungkasnya. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kebutuhan pokok #garam #sembako #harga turun