RADARTUBAN – Kendati banyak kios yang tutup menyusul persaingan online shop, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban tetap optimistis pendapatan asli daerah (PAD) Pasar Baru Tuban pada 2024 ini tetap naik.
‘’Insya Allah ada kenaikan, meski memang tidak seratus persen,’’ kata Koordinator Pasar Baru Sukadi. Hanya saja, dia tidak menyampaikan secara detail target kenaikan PAD tersebut.
Sebagaimana hasil rekap tahun anggaran 2023 lalu, PAD Pasar Baru Tuban mencapai Rp 1,3 miliar.
Dijelaskan Sukadi, tidak optimalnya kenaikan tersebut disebabkan jumlah pembeli yang sepi.
Sehingga, mengakibatkan pendapatan penjual juga menipis. Apalagi, adanya aturan kenaikan kios yang berlaku saat ini.
‘’Ada yang tidak mau bayar karena terlalu tinggi katanya. Padahal, itu sudah aturan dari 2011,” ujarnya.
Diakui dia, situasi saat ini membuat pihaknya serba salah.
Pasalnya, di satu sisi mereka tetap harus menarik uang sewa. Tapi di sisi yang lain, mereka juga mengetahui bahwa pendapatan penjual saat ini tengah berkurang karena pembeli sepi.
‘’Sebenarnya, kami juga serba salah. Harus melakukan aturan yang ada, tapi saat ini pembeli juga sepi. Jadi otomatis pendapatan mereka juga berkurang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pria yang pernah menjadi koordinator Pasar Pramuka itu mengatakan, meski kios di Pasar Baru banyak yang tutup, namun pemilik kios tetap harus membayarnya.
Sehingga, tak jarang pihaknya harus terjun ke lapangan untuk memastikan pemilik kios membayar.
‘’Kami bahkan harus ke rumahnya, karena meski kios tutup mereka tetap harus membayarnya. Tapi ya karena pendapatan berkurang, jadi banyak yang menunggak,” ujar dia.
Walaupun ada yang menunggak, terang Sukadi, mereka tetap melunasi. Karena itu, pihaknya optimistis PAD tahun ini naik. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama