Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tuban Kota Pelabuhan Bukan Isapan Jempol, Banyak Bukti Sejarah Menguatkan

Yudha Satria Aditama • Senin, 26 Agustus 2024 | 02:21 WIB

Tuban kota pelabuhan dikuatkan dengan banyak bukti sejarah.
Tuban kota pelabuhan dikuatkan dengan banyak bukti sejarah.

RADARTUBAN - Perdebatan mengenai status Tuban sebagai eks kota pelabuhan perdagangan internasional selalu menarik untuk dibahas.

Meskipun sempat diragukan oleh Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, sejumlah bukti kuat sejarah Tuban sebagai kota pelabuhan tak bisa terbantahkan.

Sejarawan Tuban Rony Firman Firdaus, meyakini bahwa Tuban pernah menjadi pusat perdagangan maritim yang ramai sekitar abad 10 - 11.

Hal ini diperkuat oleh penemuan prasasti Kambang Putih bertarikh 1050 Masehi yang memuat catatan mengenai perbaikan pelabuhan.

Selain itu, penemuan sejumlah jangkar kuno di perairan Kecamatan Bancar juga menjadi bukti fisik keberadaan pelabuhan di masa lalu.

"Tidak ada alasan untuk meragukan bahwa Tuban pernah menjadi kota pelabuhan," tegas mantan kurator Museum Kambang Putih Tuban ini.

Dia menjelaskan bahwa hilangnya sisa-sisa bangunan pelabuhan dapat dijelaskan oleh faktor waktu dan penggunaan material kayu pada bangunan-bangunan di masa lalu.

Menurut para ahli sejarah, keberadaan pelabuhan di Tuban sangat strategis mengingat letak geografisnya yang berada di jalur perdagangan maritim yang ramai.

Tuban diperkirakan menjadi titik singgah bagi para pedagang dari berbagai wilayah. Seperti Tiongkok, India, dan wilayah Nusantara lainnya.

Barang-barang dagang yang dipertukarkan pun beragam, mulai dari rempah-rempah, tekstil, hingga keramik.

Tapi, Tuban kan tidak memiliki laut dalam? Rony menjelaskan, Tuban memiliki pelabuhan pada ribuan tahun silam.

Selama ini ada pendangkalan lautan hingga akhinya pelabuhan berpindah dan tidak ada lagi di Tuban. Untuk meneliti masa lalu, maka pikiran kita juga harus dikembalikan ke masa lalu.

"Hilangnya sisa-sisa bangunan pelabuhan dapat dijelaskan oleh beberapa faktor," lanjut Rony.

"Pertama, bangunan-bangunan pada masa itu umumnya terbuat dari kayu yang mudah lapuk. Kedua, proses sedimentasi dan abrasi pantai juga dapat menyebabkan perubahan garis pantai dan menghilangkan jejak-jejak bangunan kuno,'' ungkap sarjana antropologi Universitas Udayana (Unud) Bali ini.

Di mana, sih, sebenarnya pelabuhan Tuban dulu berada? Pasti banyak yang penasaran dengan pertanyaan ini.

Rony menerangkan, kalau dilihat dari banyaknya jangkar kuno yang ditemukan di sekitar Kecamatan Bancar, sepertinya wilayah ini jadi favorit untuk dijadikan tempat berlabuh kapal-kapal dulu.

Apalagi, kita tahu kalau Tuban dan Lasem itu terkenal sebagai daerah penghasil kapal.

Ada juga versi lain yang menyebut pelabuhannya di Kecamatan Jenu, tapi buktinya kurang kuat.

Nah, kalau menurut para ahli, Rony lebih percaya pelabuhan itu berada di sekitar  Kelurahan Kingking, khususnya di sekitar Dusun Kajongan.

Daerah itu punya potensi besar jadi lokasi pelabuhan. Kenapa? Soalnya, nama tempat itu sendiri kan berhubungan dengan kapal.

Terus, banyak banget ditemukan barang-barang dari Cina di sekitar sana, kayak mangkuk, koin, dan lain-lain. Jadi, menurut Rony, bisa dibayangkan kalau dulu wilayah itu ramai banget dengan aktivitas perdagangan.

 Implikasi bagi Pengembangan Kota Tuban

Pengakuan Tuban sebagai eks kota pelabuhan memiliki implikasi yang sangat penting bagi pengembangan kota di masa depan.

Potensi wisata sejarah dan budaya menjadi sangat besar. Dengan mengangkat kembali kejayaan masa lalu, Tuban dapat menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Kesimpulan

Bukti-bukti sejarah yang semakin kuat menunjukkan bahwa Tuban pernah menjadi kota pelabuhan yang penting dalam sejarah Nusantara. Dengan menggali lebih dalam potensi sejarahnya, Tuban dapat membangun identitas kota yang kuat dan berkelanjutan. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #jangkar kuno #ahli sejarah #eks kota pelabuhan #Prasasti Kambang Putih #Balai Pelestari Cagar Budaya #bukti