Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dianggap Ribet, Pedagang Pasar Tradisional Tuban Mengaku Malas Berjualan Online

Hardiyati Budi Anggraeni • Kamis, 29 Agustus 2024 | 17:10 WIB
Penjual buah-buahan di Pasar Pramuka tengah melayani pembelian secara langsung.
Penjual buah-buahan di Pasar Pramuka tengah melayani pembelian secara langsung.

RADARTUBAN - Sepinya pembeli di pasar tradisional turut menjadi atensi Dinas Ko­perasi, Usaha Kecil dan Me­­nengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban.

Se­jumlah upaya pun sudah dilakukan. Salah satunya, mendorong para pedagang untuk berjualan online.

Kepala Bidang Perdagangan Diskopumdag Agus Setiawan mengaku sudah memberikan fasilitas pada pedagang un­tuk bisa berjualan secara on­line.

Namun, upaya ter­sebut kurang mendapat respon. ‘’Pasar Baru dan Pasar Pramuka sebenarnya sudah pernah kita berlaku­kan (berjualan online, Red), tapi tidak berjalan. Sekarang kita mulai lagi di Pasar Ja­tirogo,’’ ungkapnya.

Dijelaskan Agus, jualan on­line di pasar tradisional ini menggunakan sistem order. Pedagang hanya perlu me­laporkan harga daga­ngan­nya setiap hari kepada petugas.

Tapi dalam prak­tiknya, ba­nyak yang enggan melakukan hal tersebut. Alasannya, ter­lalu merepot­kan.

‘’Alasan dari penjual itu mereka tidak mau repot, kalau tidak ya gaptek. Jadi, lebih memilih untuk jualan secara manual saja,” je­lasnya.

Selain itu, banyak di antara pedagang yang mengingin­kan hasil instan. Sementara sistem jualan online yang diberlakukan terbilang ma­sih baru.

‘’Dari 100 pedagang di Pasar Jatirogo hanya ada 12 yang sudah ikut online. Mereka maunya langsung ada pelanggan, sedangkan kita belum bisa. Jadi selain gaptek, ini (ingin instan, Red) juga menjadi penye­babnya,” ujar Lulusan Uni­versitas Brawijaya tersebut.

Agus menambahkan, saat ini petugas di Jatirogo hanya satu orang. Petugas ini me­rang­kap sebagai yang me­minta data, mengambil or­­deran, serta menyerahkan­nya kepada konsumen.

Kurangnya tenaga ini dise­babkan oleh keterbatasan anggaran yang dimiliki Dis­kopumdag.

‘’Kita keterba­tasan anggaran. Jadi, me­mang upaya ini belum bisa dilaksanakan secara maksi­mal,” tandasnya. (gi/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Diskopumdag Tuban #Pasar Tradisional #online #berjualan