RADARTUBAN - Bakat itu penting, tapi kesungguhan dan kerja keras jauh lebih penting. Sebab, bakat saja tidak cukup untuk meraih sukses.
Itu pula yang dirasakan Anastasya Putri Ima Oktavia. Cewek kelahiran 2003 ini bercita-cita menjadi seorang dosen.
Namun, dirinya tidak memiliki keberanian bicara di depan orang banyak. ‘’Akhirnya saya belajar public speaking,’’ katanya.
Baginya, sesuatu yang tampak pasti bisa dipelajari. Terpenting, ada kemauan dan kesungguhan untuk mengubah hal yang tidak bisa menjadi bisa. ‘’Alhamdulillah, sekarang mulai terbiasa bicara di depan orang banyak,’’ tuturnya.
Berkat kesungguhannya belajar public speaking tersebut, kini dara yang karib disapa Tasya itu mulai terbiasa bicara di depan publik.
Itu sudah dibuktikan dengan mengikuti ajang Duta Wisata Cung dan Ndhuk Tuban 2024.
Meski hanya menjadi finalis, namun dia berhasil membuktikan bahwa terpenting dalam hidup ini adalah kesungguhan: dari awalnya yang selalu minder, kini sudah berani tampil di atas panggung dan bicara di depan orang banyak.
‘’Berkat belajar public speaking, saya sekarang lebih percaya diri ketika berhadapan dengan orang lain,” ujarnya.
Mahasiswi Universitas Negeri Malang itu mengaku butuh waktu satu tahun untuk memupuk rasa percaya diri—bicara di depan orang banyak.
Artinya, public speaking bukan hal yang mudah. Terlebih, sebelumnya tidak memiliki bakat sama sekali.
‘’Kunci utamanya itu percaya diri. Ketika sudah percaya diri, maka kita akan mampu berbicara di depan banyak orang,’’ terangnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, selain kesungguhan, tidak kalah penting lagi untuk mencapai kesuksesan adalah rasa tidak mudah cepat puas.
‘’Kalau sudah bisa jangan merasa puas. Sampai saat ini saya masih terus belajar public speaking,’’ tandasnya. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama