RADARTUBAN – Kemarau tahun ini mengakibatkan kurang lebih 234 hektare lahan di Kabupaten Tuban rusak. Kerusakan lahan tersebut dipicu kekeringan yang berkepanjangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Tuban Eko Julianto melalui Prasarana Pertanian Triana membenarkan adanya ratusan hektare lahan yang rusak akibat puso atau kekeringan tersebut.
’’Dan, kerusakan tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu,’’ katanya.
Disampaikan Triana, pada 2023, lahan pertanian yang rusak hanya seluas 5,25 hektare. Rinciannya, di Kecamatan Jenu seluas 2,25 hektare dan Kecamatan Merakurak seluas 3 hektare.
’’Angka itu berdasar penggunaan lahan pertanian sawah seluas 57.327 hektare dan lahan pertanian bukan sawah seluas 102.452 hektare,’’ ungkapnya.
Sementara itu, berdasar data DKPP Tuban per Juli 2024 lalu, total lahan pertanian yang mengalami kerusakan akibat kekeringan atau puso seluas 243,25 hektare.
Di antara lahan yang rusak itu meliputi, Kecamatan Bancar seluas 163 hektare, Kecamatan Senori seluas 50 hektare, dan Kecamatan Bangilan seluas 21 hektare. (han/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama