RADARTUBAN – Episode baru pemilihan kepala daerah (pilkada) Tuban dimulai. Kamis (29/8), dua pasangan calon (paslon) bakal calon bupati-wakil bupati (bacabup-bacawabup) Aditya Halindra Faridzky-Joko Sarwono dan Riyadi-Wafi Abdul Rasyid resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban.
Proses pendaftaran ke kantor penyelenggara pemilu itu diawali dari paslon Aditya Halindra Faridzky–Joko Sarwono.
Paslon yang diusung tujuh parpol parlemen dan tiga parpol non parlemen ini berangkat dari kantor DPD Golkar Tuban, Jalan Basuki Rahmat sekitar pukul 12.15.
Selanjutnya, jalan kaki menuju kantor KPUK di Jalan Pramuka sambil diiringi musik hadroh.
Sepanjang perjalanan, iring-iringan pendaftaran paslon dari unsur politikus dan birokrat ini berlangsung meriah.
Sesampainya di KPUK, mereka langsung disambut para komisioner KPUK Tuban.
Setelah menyerahkan berkas dan syarat pendaftaran sebagai bacabup-bacawabup, dokumen paslon Lindra-Joko ini dinyatakan lengkap dan diterima.
Dengan demikian, pasangan paslon yang pertama mendaftar ke KPUK ini tinggal mengikuti tahap selanjutnya.
Selama proses pendaftaran, paslon yang didukung koalisi gemuk (Golkar, PKB, PDIP, Gerindra, Demokrat, PPP, PAN, PKS, PSI, dan PKN) ini tampak sangat optimistis bakal memenangi pilkada Tuban.
Di hadapan awak media, Mas Lindra—sapaan akrab bacabup incumbent Aditya Halindra Faridzky—menyampaikan banyak hal terkait langkahnya di pilkada.
Termasuk target kemenangan. Hanya saja, politikus muda ini tidak menargetkan kemenangan secara persentase.
‘’Target kami adalah menjadi pemenang, tapi soal berapa persentasenya, kami tidak menarget itu. Sebab, yang terpenting adalah kebersamaan dengan tujuan menang untuk melanjutkan pembangunan,’’ ujarnya usai usai menyerahkan berkas pendaftaran di kantor KPUK Tuban.
Untuk itu, Mas Lindra memohon dukungan kepada seluruh masyarakat Tuban agar bisa meraih kemenangan dan melanjutkan pembangunan yang selama 3,5 tahun ini sudah berjalan dengan baik.
Lebih lanjut, pihaknya meyakinkan bahwa dirinya bersama Joko Sarwono bisa memimpin Tuban lebih baik.
Soal bukti, itu sudah bisa dilihat sejak dirinya memimpin Tuban pada 2021 lalu.
Banyak program-program pro rakyat yang telah dirumuskan dan direalisasikan.
Dan semua itu, lanjut Mas Lindra, selama ini dirumuskan bersama Joko Sarwono, selaku kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Tuban.
‘’Insya Allah, saya sudah ada buktinya. Dengan didampingi Pak Joko Sarwono, bahwa kami serius untuk melanjutkan Mbangun Deso Noto Kutho untuk melanjutkan kesejahteraan di kabupaten tercinta ini,’’ ujarnya.
Bacabup yang juga Ketua DPD Golkar Tuban itu menambahkan bahwa apa yang disampaikan tidak sekadar klaim.
Hal itu ditegaskan dari jumlah parpol yang mendukung dirinya.
Total sepuluh parpol menjadi pengusung dan pendukung.
Menurutnya, itu merupakan bukti bahwa semua memberikan kepercayaan kepada dirinya.
‘’Makanya, saya pesan jangan coba-cobalah, karena selama 3,5 tahun bersama legislatif sudah bareng-bareng membangun Tuban,’’ tuturnya.
Mas Lindra menegaskan, kepemimpinan 3,5 tahun itu sudah dapat dijadikan proposal dirinya untuk diberikan kepada masyarakat agar kembali diberikan kepercayaan.
Sebab, pasangan Lindra-Joko berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan.
‘’Dengan pembangunan berkelanjutan ini, artinya melanjutkan pembangunan dari pemimpin sebelumnya. Dan sekarang, ketika pemimpin ada kekurangan, itu bisa diperbaiki bukan harus mengganti,’’ tegasnya.
Terakhir, Mas Lindra mengajak kepada semua masyarakat Tuban agar menjadikan momen pilkada ini sebagai ajang mengeratkan hubungan, bukan saling bermusuhan.
‘’Mari kita jalankan pilkada ini dengan riang gembira,’’ tandasnya.
Sementara paslon Riyadi-Wafi Abdul Rosyid mendaftar ke KPUK Tuban sekitar pukul 19.00.
Pasangan yang hanya diusung satu parpol parlemen dan empat parpol non parlemen itu berangkat dari Rumah Majlis Taklim Al Islahiyah di Perumahan Karang Indah, Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding.
Dengan memakai drescode baju putih dan kopiah hitam, kedua pasangan ini dengan mantab menuju kantor KPUK dengan didampingi pendukung dan parpol pengusung dari Nasdem, Hanura, PBB, Gelora, dan Partai Buruh.
Sesampainya di kantor KPUK langsung disambut oleh jajaran staf dan komisioner KPU untuk menyerahkan berkas pendaftaran.
Dalam orasi politiknya, Riyadi menyampaikan bahwa kehadiran dirinya sebagai bacabup yang berpasangan dengan Gus Wafi, putra pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlahiyah, KH M. Ainul Yaqin atau yang karib dikenal dengan nama Gus Mad, merupakan sejarah dinamika pilkada di Tuban.
Sebab, dirinya yang hampir gagal mencalonkan diri, akhirnya mendapat kesempatan untuk maju.
‘’Sejak 20 Agustus lalu, Riyadi dari wakil bupati, kini melangkah menjadi ke gedung KPUK untuk mendaftar sebagai calon bupati,’’ tutur Riyadi yang seakan ingin menegaskan bahwa dirinya siap bersaing dengan bacabup incumbent, Aditya Halindra Faridzky dan memenangi kontestasi.
Lebih lanjut, Ketua DPD Nasdem Tuban itu menyebut bahwa dirinya bersama ratusan obor yang dibawa para pendukung menuju KPUK merupakan bukti semangat perjuangan.
‘’Meski kursi (pencalonan, Red) sempat tertutup. Tapi ternyata takdir berkata lain. Dan, akhirnya kami bisa berangkat,’’ bebernya.
Riyadi menegaskan bahwa niat dirinya maju mengikuti kontestasi menjadi pilkada karena ingin menghadirkan ‘Tuban yang Baru’.
‘’Semangat kami maju ini agar Tuban terlepas dari tirani dan menuju Tuban Baru,’’ tutupnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama