Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Indhira Yuan Kinanti, Pembawa Baki Upacara Bendera HUT ke-79 RI di Pemkab Tuban yang Mengaku Hatinya Selalu Bergetar saat Melihat Upacara di Istana

Hardiyati Budi Anggraeni • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 00:35 WIB

Indhira Yuan Kinanti melaksanakan tugasnya sebagai pembawa baki saat upacara HUT Kemerdekaan Indonesia di GOR Rangga Jaya Anoraga, 17 Agustus lalu.
Indhira Yuan Kinanti melaksanakan tugasnya sebagai pembawa baki saat upacara HUT Kemerdekaan Indonesia di GOR Rangga Jaya Anoraga, 17 Agustus lalu.

Menjadi anggota Paskibraka adalah cita-cita Indhira Yuan Kinanti sejak kecil. Setelah berlatih keras dan konsisten, cita-cita itu akhirnya terwujud. Siswi SMAN 2 Tuban ini terpilih menjadi anggota Paskibraka sekaligus pembawa baki di upacara bendera HUT ke-79 Kemerdekaan Indonesia Pemkab Tuban.

HARDIYATI BUDI ANGGRAENI, RADARTUBAN


RONA kebahagiaan itu ter­pancar jelas di wajah Indhira Yuan Kinanti usai menun­taskan tugasnya sebagai pem­bawa baki upa­cara bendera peringatan HUT Kemerdekaan di lapa­ngan GOR Rangga Jaya Ano­raga, 17 Agustus lalu.

Dengan langkahnya yang tegap, cewek yang karib di­sapa Indhira itu selalu ter­senyum.

‘’Alhamdulillah semua ber­jalan dengan lan­car,’’ tuturnya de­ngan senyum mengembang dari kedua bibirnya.

Indhira menuturkan, men­jadi bagian Pasukan Pengi­baran Bendera Pusaka (Pas­kibraka) telah diimpikan se­jak kecil.

Titik tolak impian itu bermula saat melihat mo­men pengibaran bendera Merah Putih peringatan HUT Kemer­de­kaan di Istana Negara yang disiarkan me­lalui stasiun televisi.

Ketika melihat momen sa­kral tersebut, mata Indhira selalu berbinar dan hatinya bergetar. Dalam batinnya kala kecil, dia ingin sekali menjadi bagian dari pengi­bar Sang Saka Merah Putih.

Setelah menginjak usia re­maja, impian itu akhirnya terwujud. Siswi kelas XI itu terpilih menjadi pembawa baki upacara HUT ke-79 Ke­merdekaan Indonesia Pemkab Tuban.

Sungguh ke­nyataan yang sebelumnya hanya dalam bayangan. Ter­lebih, dia dipilih menjadi pembawa baki.

‘’Ra­sanya senang sekali, seperti kesem­patan yang hanya datang sekali seumur hidup,’’ ujar­nya.

Dijelaskan dia, mendapat­kan posisi sebagai pembawa baki tidaklah mudah. Lebih kurang dua tahun menyiap­kan skill dan fisik.

‘’Kalau di sekolah biasanya latihan dua minggu sekali dengan senior, sisanya mandiri. Jadi biasanya selepas pulang sekolah saya latihan sendiri,’’ ujarnya.

Cewek kelahiran 2007 yang sudah menyukai dunia baris berbaris sejak usia sekolah dasar itu menuturkan, pem­bawa baki membutuhkan skill dan konsentrasi lebih.

Tidak kalah penting, adalah rasa percaya diri yang tinggi. Terle­bih, ketika menerima dan me­nye­rahkan bendera dari/kepada bupati. Seluruh mata akan tertuju pada pem­bawa baki.

Dari sisi keterampilan, pem­bawa baki dituntut me­nye­imbangkan gerakan lang­kah tegap dan kekuatan tangan yang cukup. Sebab, baki yang dibawa juga cukup berat.

‘’Karena belum ter­biasa, awal-awal sempat nye­ri,” katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Kendati melalui proses yang cukup sulit dan berat, Indhira berhasil melewati itu semua dengan baik.

‘’Ini sungguh pengalaman yang tidak bisa saya lupakan. Ada perasaan yang campur aduk. Antara menegangkan dan rasa bahagia,’’ tuturnya.

Lebih lanjut, anak bungsu dari dua bersaudara itu me­nyampaikan, kesuksesan­nya dalam menggapai mim­pi se­bagai pasukan Paski­braka itu tidak lepas dari pro­ses panjang dan konsis­ten.

Tanpa itu, tegas dia, cita-cita yang diidamkan sejak kecil ini tidak akan terwujud.

‘’Tanpa kerja keras secara konsisten mengikuti kegiatan LBB, mungkin saya tidak bisa menjadi Paskibra­ka dan pembawa baki seperti sekarang. Saya sangat ber­syukur,’’ tandasnya. (*/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Istana negara #hut kemerdekaan #GOR Rangga Jaya Anoraga #17 agustus