RADARTUBAN – Memiliki peran penting sebagai penyangga ekonomi, sektor pertanian menjadi perhatian khusus Bupati Aditya Halindra Faridzky dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Tuban.
Terlebih, Kabupaten Tuban terpilih menjadi pilot project pengembangan sektor pertanian nasional.
Pelan namun konsisten, selama tiga tahun terakhir ini hasil pertanian di Tuban menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Terutama produksi padi.
Data terakhir 2023 lalu, misalnya. Dari lahan pertanian yang tersebar di 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban, hasil panen padi mencapai 501.741 ton gabah kering giling.
Atas capaian yang menggembirakan tersebut, Bupati Aditya Halindra Faridzky menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para petani yang telah konsisten meningkatkan hasil pertanian.
Tidak kalah penting dan patut disyukuri bersama, tegas Mas Lindra—sapaan akrabnya, adalah konsistensi petani dalam menjaga dan merawat alam sebaik mungkin.
Sebab, hasil panen yang melimpah tidak lepas dari kesadaran para petani dalam menjaga dan merawat lahan pertanian.
‘’Semoga hasil panen yang melimpah ini terus mengalami peningkatan di tahun-tahun berikutnya,’’ tutur Mas Lindra usai menghadiri kegiatan panen raya padi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Selasa (3/9).
Ditegaskan Mas Lindra, hasil panen yang melimpah ini menjadi momentum untuk menguatkan langkah dalam meningkatkan kesejahteraan dan nilai tambah petani.
Sebab, keberhasilan program pembangunan di sektor pertanian akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.
Itu lantaran 80 persen wilayah Tuban merupakan lahan pertanian.
‘’Hal ini menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting sebagai penyangga ekonomi,’’ tuturnya.
Lebih lanjut, bupati muda kelahiran 1992 itu menyampaikan, untuk memaksimalkan potensi pertanian di wilayah Tuban, pemkab akan memasifkan program teknologi pertanian, serta pemanfaatan pupuk organik dan penataan skema pertanian dari hulu hingga hilir.
‘’Kami akan terus mendorong inovasi-inovasi di bidang pertanian demi meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Tuban,’’ tuturnya.
Dan untuk mengoptimalkan program yang telah dicanangkan, pemkab akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Itu dilakukan supaya program yang dicanangkan sejalan dengan visi-misi pemerintah provinsi dan pusat di bidang pertanian.
‘’Salah satu komitmen kami adalah menjaga stabilitas harga, penyediaan bantuan dan alat pertanian, serta sinkronisasi program pertanian,’’ tandasnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Tuban Arif Handoyo memaparkan, untuk meningkatkan hasil pertanian, Pemkab Tuban mengalokasikan anggaran Rp 70 miliar.
Alokasi anggaran tersebut dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai program kerja dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Di antaranya, pembangunan jalan usaha tani sepanjang 109,130 kilometer (36,4 kilometer per tahun), jaringan irigasi tersier sepanjang 7,25 kilometer, pembangunan sumur bor 45 unit, pembangunan pengolahan pupuk organik 31 unit, dan irigasi perpompaan sebanyak 67 unit.
Lebih lanjut, Arif menyampaikan, untuk menunjang produksi pertanian, pemkab juga menyalurkan berbagai alat mesin pertanian seperti pompa air, traktor, combine harvester, power thresher multiguna, cultivator, dan mesin rice milling unit.
‘’Mas Lindra sangat concern meningkatkan hasil pertanian di Tuban,’’ tandasnya.
Selain padi, hasil produksi kacang tanah dan jagung juga melimpah.
Pada 2023 lalu, produksi kacang tanah mencapai 20.788 ton dengan provitas 1,727 ton/ha (ose kering), sedangkan hasil panen jagung mencapai 778.477 ton JPK, sekaligus menempatkan Kabupaten Tuban sebagai penghasil jagung terbesar di Jawa Timur. (tok)
Editor : Yudha Satria Aditama