RADARTUBAN – Pasca peristiwa perundungan di SMPN 2 Plumpang beberapa hari lalu, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas TPPK) di Lingkungan Satuan Pendidikan Kabupaten Tuban bergerak cepat melakukan upaya preventif untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Tim yang tergabung dari unsur Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tuban, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A PMD) Tuban, dan Lembaga Perlindungan Anak Daerah (LPAD) Kabupaten Tuban itu mulai bergerilya di sejumlah lembaga pendidikan.
Agendanya, melakukan sosialisasi pencegahan bullying di lingkup sekolah.
Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SMP Disdik Tuban Siswo Suwarko menyampaikan, selain sosialisasi perihal pencegahan tindakan bullying di sekolah, pihaknya juga memberikan pendampingan terhadap penanganan tindak kekerasan dan bullying di satuan pendidikan.
‘’Dari berbagai jenjang pendidikan harus disosialisasikan,’’ ungkap dia.
Tim TPPK kabupaten juga menekankan terhadap tim TPPK di masing-masing satuan pendidikan agar berperan aktif menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa.
‘’Harus segera tanggap mengatasi persoalan yang ada di lingkungan sekolahnya,’’ ujar dia.
Peran dari berbagai pihak juga diperlukan untuk mencegah tindak kekerasan terjadi di lingkup lembaga pendidikan.
Siswo menuturkan, pergaulan siswa di dalam dan di luar sekolah harus diawasi betul-betul.
Lebih lanjut dituturkan olehnya, salah satu pengaruh perilaku siswa dari media sosial yang ditonton.
Maka dari itu, seluruh satuan pendidikan haruslah lebih bijak dalam peraturan penggunaan gadget di sekolah.
‘’Untuk mencegah penyalahgunaan gadget dalam lingkup sekolah,’’ jelasnya. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama