RADARTUBAN – Setelah lima hari menghilang di perairan utara Kabupaten Tuban, keberadaan salah satu anak buah kapal (ABK) KM Aman Santosa yang sebelumnya dikabarkan tenggelam saat menjadi juru arus, akhirnya menemui titik terang.
Namun nahas, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Selasa malam (10/9).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji menyampaikan, korban ditemukan dalam kondisi mengapung oleh nelayan yang sedang melaut.
‘’Korban ditemukan terapung di laut lepas berjarak 16 mil dari garis pantai,’’ ungkap dia.
Keberadaan korban diketahui oleh nelayan yang melintas sekitar pukul 17.00, salah satu dari mereka kemudian melapor kepada tim SAR.
Lalu, sekitar pukul 18.00 tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Tuban, Basarnas Surabaya, Sat Polairud Polres Tuban, Basarnas Surabaya, tim SAR gabungan dari BKO Dirpolairud Polda Jatim dan Relawan SAR itu langsung mendatangi lokasi ditemukannya korban.
Darmaji menuturkan, karena jarak ditemukannya jenazah korban yang cukup jauh dan diwarnai gelombang tinggi serta angin kencang, sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama. ‘’Jenazah sampai di darat sekitar pukul 22.00,’’ ucapnya.
Jenazah atas nama Jalil, 60, nelayan asal Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar yang dikabarkan hilang di perairan utara Kabupaten Tuban sejak, Jum’at (6/9) itu kemudian dibawa menuju RSUD Dr Koesma Tuban untuk dilakukan otopsi.
‘’Otopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban,’’ katanya.
Pasca dilakukan otopsi, jenazah korban kemudian dibawa menuju kediamannya untuk dikebumikan. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama