Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Setelah Lima Hari Pencarian, Nelayan Asal Bancar Ditemukan Meninggal Terapung

Andreyan (An) • Kamis, 12 September 2024 | 14:44 WIB

Proses evakuasi jenazah nelayan asal Bulujowo, Kecamatan Bancar oleh petugas tim SAR gabungan, Selasa malam (10/9).
Proses evakuasi jenazah nelayan asal Bulujowo, Kecamatan Bancar oleh petugas tim SAR gabungan, Selasa malam (10/9).

RADARTUBAN – Setelah lima hari menghilang di perairan uta­ra Kabupaten Tuban, kebe­radaan salah satu anak buah kapal (ABK) KM Aman San­tosa yang sebelumnya di­kabarkan tenggelam saat menjadi juru arus, akhirnya menemui titik terang.

Namun nahas, korban di­te­­mukan dalam kondisi su­­dah tidak bernyawa pada Selasa malam (10/9).

Kepala Pelaksana Badan Penanggu­langan Bencana Daerah (BP­­BD) Tuban Sudarmaji me­­nyam­paikan, korban di­temu­kan dalam kondisi me­nga­pung oleh nelayan yang se­dang melaut.

‘’Kor­ban di­temukan terapung di laut lepas berjarak 16 mil dari garis pantai,’’ ungkap dia.

Keberadaan korban dike­tahui oleh nelayan yang me­lintas sekitar pukul 17.00, salah satu dari mereka ke­mu­dian melapor kepada tim SAR.

Lalu, sekitar pukul 18.00 tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Tu­ban, Basarnas Surabaya, Sat Polairud Polres Tuban, Ba­sarnas Su­rabaya, tim SAR ga­bungan dari BKO Dir­polairud Polda Jatim dan Relawan SAR itu langsung mendatangi lokasi ditemu­kannya korban.

Darmaji menuturkan, kare­na jarak ditemukannya jena­zah korban yang cukup jauh dan diwarnai gelom­bang ting­gi serta angin ken­cang, sehingga proses eva­kuasi membutuhkan waktu cukup lama. ‘’Jenazah sam­pai di darat sekitar pukul 22.00,’’ ucapnya.

Jenazah atas nama Jalil, 60, nelayan asal Desa Bulu­jowo, Kecamatan Bancar yang dika­barkan hilang di perairan utara Kabupaten Tuban sejak, Jum’at (6/9) itu kemudian dibawa me­nuju RSUD Dr Koesma Tu­ban untuk dilaku­kan otopsi.

‘’Otopsi dilakukan untuk memastikan penyebab ke­matian korban,’’ katanya.

Pasca dilakukan otopsi, je­nazah korban kemudian di­bawa menuju kediaman­nya untuk dikebumikan. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#nelayan #meninggal #Km aman santosa #Bancar