RADARTUBAN – Mengenakan pakaian serba hitam sambil membentangkan tulisan peringatan kasus pelanggaran Hak Asasi manusia (HAM) kelam yang terjadi di negara ini, sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban menggelar aksi September Hitam di Bundaran Patung Letda Sucipto, kemarin (11/9).
Berbekal pengeras suara, para mahasiswa dari sejumlah kampus di Tuban itu bergantian menyuarakan kegagalan pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menangani sejumlah kasus pelanggaran HAM di Indonesia. Bahkan, beberapa di antaranya belum juga menemui titik terang.
Massa aksi juga mengajak para masyarakat dan pengendara yang melintas untuk mengingat sejarah kelam tentang pelanggaran HAM dengan membagikan selebaran kertas bertuliskan daftar kasus pelanggaran HAM yang belum bisa diselesaikan.
Koordinator aksi sekaligus Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Tuban Ahmad Wafa Amrillah menegaskan bahwa aksi solidaritas ini dilakukan dengan maksud untuk mengingat dan menolak lupa tentang sejarah kelam pelanggaran HAM di negeri ini.
Terlebih, kasus-kasus pelanggaran HAM yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum.
‘’Peringatan ini semoga menjadi atensi kepada seluruh pihak agar kejadian kelam di masa lampau tidak terulang kembali,’’ tegasnya.
Kasus pelanggaran HAM yang disuarakan oleh massa aksi antara lain, pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, kematian aktivis lingkungan Salim Kancil, Tragedi G 30 S PKI, dan beberapa kasus pelanggaran HAM lainnya yang terjadi di bulan September.
Saat disinggung terkait penanganan kasus pelanggaran HAM oleh aparat penegak hukum di masa sekarang ini.
Wafa menuturkan, belum tuntasnya kasus pelanggaran HAM di masa lampau merupakan bukti kegagalan penanganan hukum di negara ini. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama