Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jalan Desa Sambonggede-Sumber, Kecamatan Merakurak. Dipenuhi Sampah Menumpuk di Atas Jembatan

M. Mahfudz Muntaha • Jumat, 13 September 2024 | 19:10 WIB
Kondisi sampah menumpuk di atas jembatan di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, kemarin (12/9).
Kondisi sampah menumpuk di atas jembatan di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, kemarin (12/9).

RADARTUBAN – Budaya buang sampah sembarangan di Keca­matan Merakurak masih men­jadi persoalan yang tak kunjung tertuntaskan.

Satu titik terse­lesai­kan, muncul titik yang lain. Terbaru, tumpukan sampah kembali menggunung di salah satu titik jalan poros Desa Sam­bonggede Merakurak.

Pantauan Jawa Pos Radar Tu­ban, kondisi tumpukan sam­pah yang didominasi sampah rumah tangga itu tampak men­jijikan.

Baunya pun sangat menyengat. Parahnya lagi, gu­nungan sampah itu tepat berada di atas jembatan, dan hampir memakan separo jalan.

Wildan, salah satu warga yang hampir saban hari melintas di jalan tersebut mengatakan, keberadaan sampah di Jem­batan Kedung Bajul, Desa Sam­bonggede itu sudah berlangsung cukup lama. Namun, selama itu pula tak kunjung ada pena­nganan.

‘’Entah warga mana yang membuang sampah di situ, tapi setiap hari selalu ada. Semakin hari semakin menji­jikan, dan baunya sangat me­nyengat,’’ katanya.

Camat Merakurak M. Mus­takim mengatakan, permasa­lahan sampah di wilayah ad­ministratifnya itu sebenarnya sudah menjadi atensi sejak lama.

Bahkan, beberapa kepala desa, baik Kepala Desa Sam­bonggede maupun kepala desa sekitarnya, juga sudah dipanggil untuk mencari solusi pena­nganan sampah.

Namun, se­lama itu pula tidak ada solusi. ‘’Sebenarnya sudah pernah dibersihkan, tapi tiba-tiba menumpuk lagi,’’ ujarnya.

Disampaikan Mustakim, Pe­merintah Desa Sambonggede juga sudah menganggarkan untuk pembuatan tempat pem­buangan sementara (TPS) di atas avur sungai.

Namun, ketika meminta izin ke pemerintah provinsi selaku otoritas pe­ngelola aliran sungai tak kun­jung mendapat izin. ‘’Sampai akhirnya anggaran tak kunjung terserap,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan Kepala Bidang Aset Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Tuban itu menduga, sampah-sampah tersebut dibuang saat malam dan pagi hari—sebelum ma­tahari terbit.

Karena itu, belum dapat dipastikan: apakah yang membuang sampah di lokasi tersebut merupakan warga Desa Sambonggede atau warga Desa Sumber. Sebab, kedua desa ini berdekatan.

‘’Kedua desa mengaku sama-sama tidak tahu. Kalau dari Sambonggede menyebut yang membuat sam­pah itu dari luar desa, soalnya di situ jauh dari pemukiman warga Sambonggede. Tapi tidak ada bukti,’’ bebernya.

Mustakim berharap, persoalan sampah yang mengganggu pe­man­dangan itu bisa segera dise­lesaikan oleh pemerintah desa.

‘’Satu caranya, membeli se­bagian tanah milik warga untuk ditempati TPS,’’ tandas­nya. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#sampah #sambonggede merakurak #jalan desa