RADARTUBAN - Dampak pergaulan bebas yang berujung pada pernikahan dini mendorong Putri Riadiani mengikuti pemilihan Duta Genre Tuban.
Melalui kompetisi Duta Genre tersebut, Putri ingin terjun langsung ke lapangan—mengedukasi generasi muda agar menghindari pernikahan dini.
‘’Berkaca dari permasalahan remaja (pergaulan bebas, Red) itulah, sehingga saya mantap untuk mengikuti Duta Genre,” katanya.
Setelah terjun ke lapangan, cewek yang karib disapa Putri itu mengaku mendapati banyak problem remaja yang membuat dirinya geleng-geleng kepala.
Di antaranya, masih banyak remaja yang berpikiran pendek soal pernikahan.
Yang paling miris, terang Putri, mereka memutuskan menikah dini karena sering melihat konten-konten romantis pasangan suami istri yang menikah muda di media sosial, sehingga mereka tertarik untuk menikah muda, tanpa memikirkan hal-hal dasar lainnya.
‘’Sangat miris sebenarnya, mereka memikirkan nikmatnya saja, tapi tidak berpikir dampaknya jika menikah muda,” katanya.
Melihat keadaan tersebut, dara kelahiran 2004 itu semakin besar keinginannya untuk mengedukasi anak muda agar tidak cepat-cepat memutuskan menikah sebelum benar-benar matang.
Menurut Putri, menikah di usia belia itu sangat rentan, baik dari sisi psikologis maupun fisik.
‘’Menikah itu bukan karena ingin seperti orang lain, seperti di konten-konten media sosial. Menikah itu membangun rumah tangga, sehingga harus disiapkan dengan sangat matang,’’ pesannya.
Lebih lanjut, juara 2 Putri Duta Genre 2024 itu berharap agar para remaja tidak mudah untuk memutuskan nikah muda.
‘’Menikah itu bisa main-main. Harus benar-benar dipersiapkan dengan baik, secara fisik, mental, maupun ekonomi. Sebab, menikah mudah itu sangat beresiko, apalagi untuk perempuan,’’ tandasnya. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama