Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jokowi Sempat Rencanakan 13 Proyek Nasional di Tuban: Meliputi JLS, Jalan Tol, Kereta Api, Pelabuhan dan Lainnya. Bagaimana Kelanjutannya?

Yudha Satria Aditama • Minggu, 15 September 2024 | 17:06 WIB
Ilustrasi proyek.
Ilustrasi proyek.

RADARTUBAN – Proyek nasional pemerintah di Tuban tahun ini ternyata cukup banyak. Belasan proyek itu direncanakan sejak periode kedua Presiden Jokowi menjabat pada 2019.

Mengacu Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi, tertulis 13 proyek nasional yang direncanakan pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2019 – 2024.

Meliputi pembangunan infrastruktur seperti jalan, waduk, hingga reaktivasi rel kereta api Tuban.

Mengacu perpres, ratusan proyek dikerjakan di Jawa Timur. Tiga belas proyek di antaranya dikerjakan di Tuban.

Rinciannya, 7 proyek sepenuhnya di Tuban, seperti pembangunan jalan lingkar selatan, pembangunan pelabuhan, dan pembangunan tanggul untuk pengendalian banjir sungai Bengawan Solo.

Selain itu, juga dibangun tembok penahan gelombang laut di Kecamatan Jenu dan waduk untuk penanganan banjir di Desa Jadi, Kecamatan Semanding.

Enam proyek lain merupakan pengerjaan infrastruktur lintas kabupaten/kota dalam satu provinsi. Seperti pembangunan jalan tol yang sebelumnya direncanakan Ngawi - Bojonegoro - Tuban - Lamongan - Manyar – Bunder.

Untuk rencana tol, belakangan rutenya berubah dari Lamongan - Tuban - Rembang - Pati - Demak - Kudus.

Selanjutnya reaktivasi jalur kereta api Tuban (Jalur Babat - Tuban, Merakurak - Jenu) dan peningkatan jalan nasional kolektor primer / Daendels Gresik – Lamongan – Tuban.

Sekda Tuban Budi Wiyana saat Musrenbang 2021 lalu, membenarkan seluruh proyek strategis nasional yang sudah diatur dalam Perpres 80/2019.

Dia menerangkan, semua proyek infrastruktur tersebut berskala besar dan memiliki nilai miliaran rupiah.

Seperti kelanjutan jalan lingkar, pembangunan waduk, tanggul Bengawan Solo, hingga reaktivasi rel kereta api. ‘’Sinergisnya pemerintah daerah yang menyiapkan lahan dan koordinasi kebutuhan proyek nasional,’’ jelasnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Mantan kepala badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) ini mengatakan, proyek nasional yang dikerjakan di Bumi Wali tersebut tujuan utamanya untuk percepatan ekonomi.

 

Tujuan lain penanggulangan bencana banjir, seperti proyek pembangunan waduk dan tanggul Bengawan Solo. ‘’Perencanaan ini mengawinkan program pemerintah pusat dan provinsi, lalu dipadukan dengan program bupati dan wakil bupati terpilih,’’ ujarnya.

Lulusan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini mengatakan, proyek strategis nasional yang dikerjakan di Tuban diproyeksikan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak mungkin.
 
Juga diharapkan dapat menimbulkan multiplier effect atau efek berkelanjutan untuk pengembangan ekonomi di Tuban. Harapannya, mengurangi tingkat kemiskinan di Tuban. ‘’Proyek nasional ini tujuannya untuk memulihkan ekonomi,’’ tegasnya.

Namun hingga masa jabatan Presiden Jokowi yang bakal berakhir satu bulan lagi, belum semua proyek tersebut tuntas. Bahkan beberapa proyek masih belum tampak berjalan di Tuban. 
 
Sehingga muncul pertanyaan, apakah proyek tersebut bakal dilanjutkan Presiden Prabowo Subianto atau berhenti di tengah jalan? Semua pertanyaan itu masih menyisakan misteri yang belum terjawab. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama
#pelabuhan #Jalan Lingkar Selatan #kereta api Tuban #presiden Jokowi #Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 #proyek nasional #prabowo subianto