RADARTUBAN - Ada anekdot mengungkapkan: witing trisno jalaran soko kuliner.
Yah, kuliner khas Tuban memang bisa bikin hati berbunga-bunga. Kuy, coba kita telusuri beberapa kuliner khas dari Tuban yang pasti akan membuat kalian klepek-klepek.
1. Kare Rajungan
Kalau kare ayam sudah terlalu biasa, di Tuban kalian bisa banget Cobain kare rajungan. Di sepanjang pesisir Tuban, banyak warung yang menyajikan menu ini, mulai dari warung tenda sederhana hingga restoran kelas atas.
Salah satu yang paling terkenal adalah Warung Rajungan Menangis, terletak di depan Universitas PGRI Ronggolawe Tuban.
Nama "menangis" diberikan karena kuah kare yang pedas ini bisa membuat mata kalian berair. Tapi, jangan khawatir jika tidak suka pedas, karena di sini juga bisa memesan kuah yang level pedasnya sesuai dengan lidah kalian.
Oiya, fyi aja, alm. Pak Bondan Winarno, yang terkenal dengan diksi "maknyus," pernah mampir ke Warung Rajungan Menangis. Kalian kapan?
2. Mangut Pe
Buat yang masih asing, kuliner ini sedikit mirip dengan sayur lodeh, tetapi dengan komposisi yang berbeda, sebab mangut ini ada tambahan ikan asap, yang membuat rasanya jadi lebih pedas dan nikmat.
Nah, ketimbang bingung, Cobain saja Mangut Pe. Fyi, “Pe” ini adalah bahasa Jawa. Dalam bahasa Indonesia, dimaknai dengan ikan pari.
Kenapa disebut ikan “Pe”, ya sebab, P dalam rambu lalu lintas bermakna berhenti, jadi jika menemukan warung mangut Pe, kalian harus berhenti dulu, makan, kenyang, dan bahagia.
Btw, rekomendasi warung Pe terkenal antara lain: Depot Mbak Iin di pertigaan Jalan Raya Manunggal Tuban dan Rumah Makan Pangestune di Jalan Raya Jenu Tuban. Mantan Presiden, alm. Gus Dur, pernah mampir ke sini, lho.
3. Garang Asem Manyung
Satu kuliner yang saya kira sering ada di restoran seafood. Iya, garang asem manyung memang cocok untuk selera semua lidah.
Fyi, ikan manyung ini sejenis ikan laut yang mirip dengan ikan patin. Cocok untuk menu makan siang. Apalagi sama pasangan, duh segernya jadi berlipat-lipat.
4. Rica - Rica Belut
Hah, belut, memangnya enak? Yah, saya kira komentar demikian sering saya temui. Saran saja, Cobain dulu. baru berkomentar.
Belut rica-rica mungkin tergolong kuliner baru di Tuban, tetapi dengan cepat menjadi populer karena rasanya yang menggugah selera. Disajikan dengan nasi putih atau nasi jagung, keduanya sama-sama lezat.
Kalau genre belut, Warung yang paling terkenal adalah Warung Welut Bagong dan Jangkar. Kedua legenda di kalangan para penikmat kuliner itu terletak di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding.
Pokok kalau udah ada label “legend”, berarti emang udah enak aja sejak dari pikiran. Nggak perlu ragu-ragu lagi deh! (*)
Editor : Yudha Satria Aditama