RADARTUBAN - Kalau soal keindahan, Wisata Air Terjun Nglirip, sih sudah tidak diragukan.
No debat, pokoknya. Tapi, ternyata ada lho mitos yang beredar di wisata ciamik ini, yakni anjuran untuk menghindari wisata ini kalau bersama pasangan yang belum menikah.
Hah, kok bisa? Jadi, gini, enurut cerita yang beredar, Wisata Air Terjun Nglirip memiliki sejarah yang berkaitan dengan cinta yang tidak direstui.
Dahulu kala, ada sepasang kekasih yang berbeda status sosial. Sang pria berasal dari keturunan raja yang kaya raya, sementara sang gadis hanyalah anak seorang petani miskin.
Nah, dari latar belakang yang berbeda itu, cinta mereka yang tulus sayangnya tidak direstui oleh orang tua sang pria.
Ketika sang pria bersikeras ingin menikahi gadis tersebut, ayahnya yang murka memerintahkan pengawalnya untuk menghabisi nyawa putranya. Sadis memang.
Kemudian, setelah kepergian sang kekasih, sang gadis yang patah hati kemudian memilih untuk bersemedi di dalam sebuah gua yang tersembunyi di balik Air Terjun Nglirip.
Mitos ini mengatakan bahwa arwah sang gadis, yang dikenal sebagai Putri Nglirip, masih menghuni air terjun tersebut hingga sekarang.
Dari cerita itu, masyarakat sekitar masih meyakini kalau Putri Nglirip akan merasa terganggu jika ada pasangan yang memadu kasih di sekitar air terjun.
Akibatnya, pasangan yang datang ke sana konon akan mengalami putus cinta dalam waktu 40 hari setelah kunjungan mereka.
Inilah yang membuat masyarakat setempat sering memberi peringatan kepada pasangan yang belum menikah untuk berpikir ulang sebelum berlibur ke Air Terjun Nglirip.
Yah, terlepas dari mitos yang ada, Air Terjun Nglirip memang merupakan destinasi wisata yang indah dan menarik.
Berlokasi di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, air terjun ini menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan dengan suara gemuruh air yang menenangkan.
Akses menuju lokasi juga cukup mudah, dan tiket masuknya sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 5 ribu. Jadi, kalian percaya atau tidak? Yuk, dicoba. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama