FESTIVAL Gemarikan tahun ini terasa istimewa. Program mengkampanyekan pentingnya makan ikan secara massal di lapangan Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel itu sukses memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Lebih dari 20 ribu ikan lele diasap dan dibagikan kepada masyarakat.
Penghargaan dari MURI sebagai Pemrakarsa dan Penyelenggara Pembagian Ikan Lele Asap Terbanyak.
Piagam MURI diserahkan oleh perwakilan MURI, Ari Andriani kepada Bupati Aditya Halindra Faridzky.
Dalam penilaiannya, tim MURI menyaksikan langsung proses pembuatan lele asap dengan alat sederhana.
Karena itu, Dewan MURI memasukkan kegiatan ikan asap massal ini dalam kategori inovasi kuliner dengan kearifan lokal.
Dari 20.000 ikan lele yang dijanjikan, setelah diverifikasi oleh tim MURI dan dinas terkait, sebanyak 20.376 ekor ikan lele yang siap dibagikan.
‘’Kami atas nama MURI, Bapak Jaya Suprana, juga menyampaikan bahwa ‘Pembagian Lele Asap Terbanyak’ resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia tidak hanya sebagai rekor nasional, namun dikategorikan sebagai rekor dunia,’’ kata Ari Andriani disambut riuh tepuk tangan.
Sebelumnya, Pemkab Tuban di era Bupati Aditya Halindra Faridzky juga telah mencatatkan rekor sebanyak dua kali.
Pertama, rekor berupa membaca puisi secara estafet dengan pembaca terbanyak, 1.484 pembaca pada 9 Desember 2022.
Kedua, penulisan cerita legenda oleh 631 penulis pada 3 November 2023.
Mas Lindra menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya Festival Gemarikan hingga mencatatkan rekor MURI.
Lebih lanjut, tegas Mas Lindra, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Tuban dalam mendukung program peningkatan gizi masyarakat, terutama untuk menekan angka stunting.
‘’Tidak kalah penting, juga sekaligus meningkatkan perekonomian warga lokal melalui sektor perikanan dan kuliner tradisional berbasis ikan lele,’’ tandasnya. (tok)
Editor : Yudha Satria Aditama