Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Setelah SMPN 2 Plumpang, Kembali Ada Perundungan di Sekolah Lain tapi Korban Takut Melapor

Hardiyati Budi Anggraeni • Jumat, 20 September 2024 | 01:37 WIB
Ilustrasi perundungan
Ilustrasi perundungan

RADARTUBAN – Usai kasus perun­du­ngan di SMPN 2 Plumpang, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Per­lin­dungan Anak, serta Pemberdaya Masyarakat dan Desa atau Dinsos P3A PMD Tuban Tuban kembali mendapati kasus yang sama di se­kolah lain.

Hanya saja, pelakunya tidak berani melapor, sehingga kasusnya sulit ditangani.

‘’Karena tidak dilaporkan, jadi kami tidak bisa memberikan tindakan,’’ kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perem­puan dan Perlindungan Anak Dinsos P3APMD Tuban Muharti kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (18/9).

Disampaikan Muharti, pasca kejadian bullying di SMPN 2 Plumpang, dirinya mendengar ada kejadian yang kasusnya tidak jauh beda di sekolah lain.

Namun, orang tua dari pelaku tidak berani me­lapor.

‘’Jika ada perundungan, tolong jangan takut untuk melapor, sehingga kami bisa melakukan pen­dam­pingan,’’ katanya.

Lebih lanjut, lulusan Uni­ver­sitas PGRI Ronggolawe itu me­­nyam­paikan, ke­ti­dakberanian untuk melaporkan kasus pe­rundungan adalah kesalahan.

Sebab, anak-anak yang menjadi korban perun­dungan berpotensi trauma.

‘’Jika kon­­disi terauma itu tidak diatasi, maka bisa berbahaya untuk masa depan anak,’’ tandasnya. (gi/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Universitas PGRI Ronggolawe #Dinsos P3A PMD Tuban #SMPN 2 Plumpang #perundungan