RADARTUBAN – Rangkaian Festival Industri Kecil Menengah (IKM) dan Gebyar Kreasi Batik Tuban 2024 yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban berakhir Minggu (22/9) lalu.
Kegiatan yang digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu (20-22/9) di kompleks GOR Rangga Jaya Anoraga, itu sukses menyedot ribuan pengunjung dari dalam dan luar Tuban.
Di hari pertama, event tahunan untuk mengenalkan produk-produk unggulan dan khas Tuban itu dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban Endro Budi Sulistyo, selanjutnya diisi dengan seminar IKM dan hiburan Tari Beksan Tayub yang dipentaskan para siswa SMAN 1 Tuban dan Aska Band.
Di hari kedua, acara dilanjut grand final pemilihan Putra Putri Batik Tuban dan hiburan Tari Lencir Kuning oleh SMAN 1 Tuban, serta penampilan atraktif Band SMKN 1 Tuban dan Band Aska.
Antusiasme masyarakat semakin terasa pada puncak acara Minggu (22/9) malam.
Kompleks GOR di Jalan Sunan Kalijaga itu dipadati pengunjung.
Stan-stan IKM yang menjajakan produk-produk unggulan khas Tuban, seperti batik gedog, udeng khas Tuban, jajanan dan minuman, serta kerajinan khas Tuban lainnya tampak laris manis.
Kemeriahan semakin terasa seiring kehadiran Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bersama jajaran pejabat forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Tuban.
Di malam puncak acara tersebut, juga turut disuguhkan fashion show Putra–Putri Batik Tuban yang mengenakan busana batik karya para desainer Tuban.
Dan puncaknya dihibur dengan penampilan penyanyi dangdut Sasya Arkhisna.
Dalam sambutannya, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengapresiasi pelaksanaan Festival IKM dan Gebyar Batik 2024 yang diinisiasi Disnakerin Tuban tersebut.
Disampaikan Mas Lindra—sapaan akrab bupati, kegiatan ini merupakan bagian dari apresiasi pemkab terhadap produk-produk yang dihasilkan para pelaku IKM Tuban.
‘’Alhamdulillah, kami bisa mengajak semua perwakilan IKM di semua desa. Ini juga sebagai salah satu upaya mendukung produk one village one product,’’ katanya.
Disampaikan Mas Lindra, kegiatan ini memberikan efek yang sangat positif dalam mengembangkan dan mengenalkan produk-produk unggulan IKM Tuban.
‘’Kami sangat bersyukur, semua produk IKM yang dijual di stan-stan keras dan omsetnya meningkat,’’ tuturnya.
Lebih lanjut, bupati muda itu menyampaikan, kegiatan serupa sudah digelar selama tiga tahun berturut-turut.
Dan saban tahun selalu sukses digelar. Khususnya tahun ini, jumlah peserta dan kunjungannya meningkat drastis.
‘’Artinya, kegiatan ini memiliki dampak yang sangat positif untuk masyarakat,’’ tandasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Disnakerin Tuban Suwito mengatakan, pelaksanaan kegiatan Festival IKM dan Gebyar Kreasi Batik 2024 ini merupakan rangkaian HUT ke-79 Kemerdekaan RI.
Tujuannya, untuk mengenalkan produk IKM lokal guna mendukung gerakan Bangga Produk Tuban yang bertujuan pada peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
‘’Kegiatan ini memberikan sarana promosi dan pemasaran bagi IKM di Tuban,’’ bebernya.
Adapun peserta festival ini terdiri dari paguyuban IKM, peserta IKM mandiri binaan disnakerin, IKM binaan CSR perusahaan SIG, Bank Jatim, SBI, dan TPPI, serta stan pelayanan kesehatan, perizinan, dan IKM makanan-minuman.
Di malam puncak festival tersebut, juga juga serahkan penghargaan kepada IKM berprestasi dan pemberian hadiah kepada pemenang Putra-Putri Batik Tuban yang nantinya akan mewakili Tuban pada gelaran yang sama di tingkat Provinsi Jawa Timur. (fud/tok)