RADARTUBAN – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Tuban konsisten mendorong masyarakat untuk terus berinovasi.
Melalui Tuban Berinovasi (Tubernova) kategori masyarakat, inovator individu atau kelompok diberi wadah menunjukkan inovasinya untuk dinilai hingga mendapatkan hadiah serta penghargaan dari bupati.
Foto dan infografis lainnya klik disini
Pengumuman Tubernova kategori masyarakat, ditetapkan pemenang untuk terinovatif I kategori ekonomi adalah: Pemanfaatan Jambu Mete Sebagai Olahan Pengganti Daging karya Talitha Rahmania, Berliana Queentha, dan Shendy Nilea. Sedangkan terinovatif I kategori non ekonomi adalah SiWangi Lotion Anti Nyamuk Ramah Lingkungan (Evanne Widya dan Anindya Kusumasari).
Selanjutnya, terinovatif I kategori website/mobile apps: Tuvitou (Tuban Virtual Tour): Website Interaktif, Edukatif, dengan Eksplorasi Digital di Kabupaten Tuban karya M. Aidzin, Ahmad Zaenuri, dan Ahmad Zaidaan. (selengkapnya grafis)
Plt. Kepala Bappeda Litbang Tuban Nurul Fuadiyah, S.E., M.A.P mengatakan, Tubernova 2024 mengusung tema Membangun dan Menumbuhkembangkan Budaya Inovatif dan Kreatif.
Sesuai tema, acara ini mengajak para inovator untuk berkompetisi dengan berbagai inovasi sesuai keahlian mereka. ’’Terutama di bidang ekonomi, non ekonomi, serta website/mobile apps,’’ tutur dia.
Nurul menjelaskan bahwa inovasi yang terbaik akan mendapat apresiasi tertinggi dari pemkab. Selain mendapatkan trofi, sertifikat juara dan uang tunai, para juara 1, 2, dan 3 masing-masing kategori berkesempatan mendapatkan fasilitasi HKI (hak kekayaan intelektual) dari pemkab.
’’Tujuannya agar inovasi para inovator bisa terus berkembang dan memberi manfaat masyarakat luas,’’ ungkapnya.
Apresiasi ini, kata Nurul, bertujuan untuk mendorong masyarakat agar karya-karya inovatif mereka mendapatkan perlindungan hukum sebelum disebarluaskan.
Melalui Tubernova, diharapkan dapat terjalin sinergi antara inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada kemajuan daerah.
Nurul menjelaskan, Tubernova terbukti terus memunculkan inovasi baru yang bermanfaat. Seluruh inovasi dari para masyarakat itu dinilai dan dipastikan keasliannya dan kebermanfaatannya melalui tahap seleksi administrasi, paparan/presentasi, dan kunjungan lapangan.
’’Sehingga yang ditetapkan terinovatif I, terinovatif II, dan terinovatif III adalah inovasi yang benar-benar bermanfaat,’’ ungkap dia.
Pada Tubernova kategori masyarakat tersebut, dewan juri terdiri dari akademisi, pebisnis/pengusaha, pegiat komunitas ekonomi kreatif, birokrasi, dan jurnalis media massa. (yud)
Editor : Yudha Satria Aditama