RADARTUBAN - Nopek Novian, komika yang sedang naik daun hadir di Tuban untuk menghibur penggemarnya, Sabtu (7/10) malam.
Bertempat di Front One King Hotel Tuban, Nopek bersama kru Adam Jaya menghadirkan ledakan tawa di depan 300-an penonton.
Acara dibuka dengan penampilan dua pembawa acara Yayan Rosyadi dan Haru Senja. Duo MC dari komunitas Standup Indo Tuban itu berhasil membuka acara dengan kocak.
Selanjutnya, acara diisi penampilan dari opener komunitas yang diawali Hendra Maulana yang membahas keluh kesah sebagai pegawai kilang minyak. Hendra membawakan cerita seputar kehidupan pegawai kilang minyak sehari-hari saat bekerja dan saat di rumah dengan istri.
Setelah sukses mengocok perut para penggemarnya, penampilan dilanjut dengan Reza Mukri. Ketua komunitas Standup Indo Tuban itu tampil tak kalah lucu.
Reza yang juga Juara 1 Lomba Stand Up Comedy Mesin Waktu Pemkab Tuban 2023 itu menceritakan tentang keresahan menjadi kurir di daerah pelosok. Dia menceritakan bahwa menjadi kurir adalah pekerjaan penuh tantangan, apalagi saat berhadapan dengan konsumen yang ribet.
Sebelum ke penampilan para spesial performer, Wes Kadung All In Untuk Semesta juga menghadirkan Valent. Dia adalah komika asal Lamongan yang juga ikut menghibur.
Acara penuh tawa itu dilanjutkan dengan penampilan Harits Hasani, komika asal Surabaya yang membawakan materi tentang kehidupan seorang remaja di Kota Metropolitan. Ini adalah kail kedua, Harits tampil di Tuban setelah Sucros (Stand Up Comedy Road Show) IV Jawa Timur.
Acara semakin dipenuhi hujan tawa saat Gus Ngatemi tampil dengan persona khasnya ala anak pondok pesantren. Komika sekaligus konten kreator asal Kabupaten Pasuruan itu membawakan pesan-pesan khas anak pesantren dengan sangat lucu.
Ujung acara, sang pemilik show Nopek Novian tampil menjadi pamungkas. Komika pemilik label Adam Jaya itu tampil 1 jam 40 menit dengan berbagai materi lucu khas Nopek.
Suami Yulia Lorena itu mengawali materinya dengan menceritakan tuduhan buzzer Pilpres yang dilayangkan warganet kepada dirinya.
Tak hanya membahas cerita politik yang lucu, bapak dari Samson itu juga menceritakan tentang kehidupannya di Madiun.
Sebagai komika bernama besar, Nopek masih memiliki circle pertemanan di pedesaan yang selalu menemani hari-harinya dengan penuh kelucuan.
Dan banyak materi lainnya diceritakan Nopek dengan kocak hingga membuat penonton terpingkal-pingkal. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama