RADARTUBAN - Lia Ayu Agustin sangat menjiwai tari tradisional. Seni yang tumbuh dari nilai-nilai kerakyatan itu sudah ditekuninya sejak masih kecil.
Bukannya luntur, kecintaannya terhadap seni yang menjadi budaya bangsa itu semakin tumbuh.
Tidak hanya melestarikan, Lia—sapaan akrabnya—juga rutin mengikuti berbagai lomba tari tradisional.
Beberapa kali juara, tapi beberapa kali juga gagal. ‘’Juara itu bonus. Tujuan utama saya adalah melestarikan seni tradisional,’’ katanya.
Saking cintanya dengan tari tradisional, kuliah pun mengambil jurusan pendidikan seni tari.
‘’Saya benar-benar sudah jatuh cinta dengan tari tradisional,’’ ungkap alumnus Universitas Negeri Semarang itu.
Dijelaskan Lia, dibanding tari modern, tari tradisional memiliki gerakan yang sangat beragam. Bahkan, setiap jenis tarian memiliki ciri khas tersendiri. Belum termasuk pakem-pakem dalam setiap tari klasik.
‘’Itulah keunikan tari tradisoinal,’’ terang perempuan kelahiran 2000 itu.
Lia berharap, generasi muda bisa terus melestarikan kesenian tari. Sebab, seiring pengaruh budaya barat yang semakin masif, kini tari tradisional semakin tidak diminati generasi muda.
‘’Saya khawatir seni tari tradisional ini akan punah jika tidak ada generasi muda yang peduli,’’ tandasnya. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama