RADARTUBAN - Belum adanya kejelasan terkait keikutsertaan Persatu Tuban pada kompetisi Liga 3 Jawa Timur turut mengundang reaksi Aliansi Suporter Persatu (ASP).
Berbeda dengan musim lalu yang begitu militan mengawal tim berjuluk Laskar Ronggolawe untuk mengarungi Liga 3, meski di tengah keterbatasan. Di musim ini, suporter tampak berusaha realistis dengan situasi yang mendera tim Persatu.
Apurwanto, koordinator ASP mengungkapkan, banyak faktor yang membuat Persatu sulit untuk bangkit di musim ini.
Di antaranya, belum adanya iktikad baik dari pemilik saham untuk melepas pengelolaan Persatu kepada Assosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Tuban.
Sehingga, tim ini sulit dibentuk. ‘’Kondisinya masih mengambang tanpa kejelasan,’’ ujar dia.
Faktor lain, lanjut dia, yakni berlangsungnya pesta demokrasi yang berbarengan dengan jelang bergulirnya Liga 3.
‘’Kami tidak ingin Persatu justru malah menjadi tunggangan politik dari salah satu pihak,’’ jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan olehnya, jika berbicara secara realistis, tidak ideal membentuk tim kurang dari dua bulan.
‘’Kabarnya pendaftaran dibuka November, praktis sebulan lagi dan tim belum ada persiapan apa pun,’’ tuturnya.
Namun demikian, terang pria yang akrab disapa Apur itu, jika Persatu tidak berlaga di Liga 3, maka menjadi tamparan keras bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab. Sebab, mereka telah membawa Persatu ke era kegelapan sepak bola Tuban. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama