RADARTUBAN - Kata siapa mendaki gunung hanya identik dengan laki-laki. Kini, olahraga ekstrem yang penuh petualangan ini mulai digemari kaum hawa. Salah satunya, Nur Azizah.
Di antara gunung yang sudah ditaklukan mahasiswi pasca sarjana psikologi Universitas Airlangga (Unair) itu, yakni Gunung Lawu, Gunung Sumbing di Kota Temanggung, dan beberapa gunung lain.
‘’Mendaki gunung adalah olahraga paling menyenangkan sekaligus bisa menikmati alam,’’ katanya.
Disampaikan Izza—sapaan akrabnya, bagian yang membuatnya selalu ketagihan untuk mendaki gunung adalah ketika tiba di puncak. Terlebih, ketika berjumpa dengan pemandangan yang sangat menakjubkan.
‘’Seketika rasa lelah selama pendakian akan hilang. Tergantikan dengan kepuasan yang tidak bisa dinilai materi,’’ tuturnya.
Lebih lanjut, gadis asal Kecamatan Semanding itu mengungkapkan, selain bisa melihat pemandangan alam yang begitu menakjubkan. Mendaki juga membuatnya banyak belajar tentang kehidupan.
Satu di antara pelajaran berharga dari aktivitas mendaki adalah komitmen dan konsisten. Sebab, tidak mungkin seorang pendaki bisa mencapai puncak jika tidak memiliki komitmen dan konsistensi.
‘’Dan konsistensi itu dimulai sejak persiapan—sebelum berangkat,’’ terang dia.
Lebih lanjut, Izza menyampaikan, komitmen dan konsistensi adalah bagian dari proses yang harus dilalui seorang pendaki. Artinya, tegas dia, orang yang terbiasa mendaki akan terbiasa mencintai proses. ‘’Dan proses itu indah nan menyenangkan,’’ tandasnya. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama