RADARTUBAN – “Hilangnya” stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tuban masih berlangsung hingga kemarin (16/10).
Para pemilik kendaraan mesin disel dibuat pusing dengan kondisi ini. Kalaupun tersedia, harus antre hingga berjam-jam.
‘’Dari sekian SPBU di Tuban, tidak semuanya menyediakan stok solar yang cukup. Seperti di SPBU Jalan Adalah dan SPBU Merakurak, beberapa kali ke sana selalu kosong. Yang ada di SPBU Sleko, tapi antrenya berjam-jam,’’ kata Mukhlisin, salah satu pengusaha travel yang mayoritas kendaraannya bermesin disel.
Muklis—sapaannya—mengungkapkan, kondisi yang membuat aktivitas usahanya tersendat ini sudah berlangsung hampir dua pekan.
Untuk mendapatkan satu tangki solar, dia harus antre dari pagi hingga menjelang siang. ‘’Benar-benar bikin pusing,’’ keluhnya.
Perasaan senasib juga dialami Sholikin. Untuk mendapat BBM solar, dia harus berangkat sedini mungkin untuk antre di SPBU. Itu pun masih harus antre panjang.
Sebab, kendaraan yang membutuhkan solar sangat banyak, dan rerata kendaraan besar bermuatan berat.
‘’Saking langkanya di Tuban, saya sampai mencari hingga Gresik,’’ ungkap pria yang juga pengusaha rental itu.
Anehnya, terang Solikin, minimnya stok solar di Tuban ini berbanding terbalik dengan kondisi di Jawa Tengah. Menurutnya, ketika memasuki wilayah Jawa Tengah, stok solar di SPBU terbilang aman.
Kalaupun antre tidak terlalu panjang. ‘’Makanya saya heran, ada apa di wilayah Jawa Timur ini,’’ ujarnya bertanya-tanya.
Menurut penuturan salah satu petugas SPBU, minimnya stok solar ini karena ada pembatasan pengiriman.
Namun, dia tidak bisa memastikan apakah pembatasan pengiriman ini karena kebijakan dari pemerintah atau tidak. Yang jelas, stok BBM jenis solar tidak selancar bulan-bulan sebelumnya.
‘’Tidak semua stok di SPBU langka, ada yang lancar (pengirimannya, Red) ada yang tidak,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama