RADARTUBAN – Tahun depan, Pemkab Tuban kembali bisa bernafas lega.
Itu pendapatan dana bagi hasil minyak dan gas (DBH Migas) yang diproyeksikan kembali naik dari dua tahun ini yang mengalami penurunan.
Berdasar alokasi transfer ke daerah pada tahun anggaran 2025 nanti, besaran pendapatan dari sektor sumber daya alam (SDA) itu mencapai sekitar Rp 436 miliar.
Angka itu naik sekitar Rp 13 miliar dari tahun ini yang hanya Rp 423 miliar.
Meski demikian, kenaikan DBH Migas yang diterima Pemkab Tuban pada tahun anggaran 2025 nanti masih lebih kecil dibanding 2023 lalu.
Saat itu, Kota Batik Gedog menerima DBH Migas sebesar Rp 533 miliar.
Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Tuban Agung Tri Wibowo mengatakan, meski kenaikan tidak sebesar ketika awal mendapatkan DBH Migas, yakni pada 2023.
Namun, naiknya dana transfer dari pusat ini patut disyukuri.
‘’Dengan adanya kenaikannya ini, pendanaan yang bersumber dari DBH Migas bisa ditambah,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan Agung, terkait naiknya proyeksi peningkatan DBH Migas ini berdasarkan hitungan dari pemerintah pusat—bahwa tahun depan pendapatan dari sektor SDA mulai membaik.
Produksi migas juga diprediksi meningkat.
‘’Itulah yang membuat bagi hasil meningkat,’’ katanya.
Lebih lanjut, Agung menyampaikan, kendati ada kenaikan, namun pihaknya masih was-was. Sebab, dana dari hasil SDA itu pencairannya di tahun berjalan.
Artinya, akan dicairkan dalam beberapa tahap.
Dikhawatirkan, nominalnya berkurang dari alokasi yang awal.
Kekhawatiran yang disampaikan Agung tersebut cukup beralasan.
Sebab, sering kali dana transfer yang diterima dari pusat tidak sesuai dengan proyeksi awal.
‘’Kalau sampai nanti nominalnya berkurang dari alokasi awal, tentu kami yang akan nambeli di APBD,’’ katanya.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Tuban itu menambahkan, dana DBH Migas ini nantinya banyak digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah dari sektor pendidikan, kesehatan dan juga infrastruktur. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama