RADARTUBAN - Kendati sudah setahun lalu diumumkan, hingga saat ini pencarian 33 arsip sejarah milik Pemkab Tuban tak kunjung ditemukan. Sejarah yang dimaksud adalah arsip tekstual maupun foto Bupati Tuban dari periode 1264 sampai 1893. Yakni, zaman Bupati RA Dandang Watjono hingga Bupati RM Somobroto.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban Suratman membenarkan bahwa sampai saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan arsip yang dicari.
‘’Baik dari masyarakat biasa maupun keturunan tokoh tersebut, belum ada yang menyerahkan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Sulitnya pencarian arsip bersejarah sejak 760 tahun lalu itu disebabkan beberapa faktor. Dan ada juga kemungkinan bahwa arsip tersebut memang sudah tidak ada. Sehingga tidak bisa ditemukan. ‘’Keturunan dari tokoh tersebut juga belum berhasil kami temukan,’’ katanya.
Namun, terang Ratman, kemungkinan juga arsip tersebut masih ada, namun tidak kunjung diserahkan oleh yang menyimpan.
‘’Bisa jadi, karena masyarakat minim pengetahuan terkait arsip. Sehingga, mereka menganggap bahwa bukti peninggalan sejarah itu hanya sebatas dokumen biasa yang dijadikan kenang-kenangan oleh keturunannya,’’ ungkapnya.
Lebih lanjut, mantan Camat Palang itu menyampaikan, arsip sejarah ini diperlukan untuk melengkapi informasi terkait kesejarahan Tuban. Sehingga, generasi saat ini bisa mengetahui bagaimana sejarah Tuban sejak ratusan tahun yang lalu. ‘’Setidaknya, generasi mendatang memiliki gambaran terkait tokoh bupati dahulu,” katanya.
Ratman berharap, apabila masyarakat memiliki arsip yang dicari agar segera menyerahkan ke pihaknya.
Tujuannya, agar arsip tersebut tetap terjaga dan tidak termakan usia. ‘’Penyerahannya pun tidak harus langsung datang ke kami. Bisa juga sebaliknya, kami yang jemput bola,’’ tandasnya. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama