RADARTUBAN - TIDAK ingin terpenjara oleh rasa takut, Dinda Lestari memberanikan diri untuk mengikuti lomba cipta puisi. Dan itulah awal Dinda semakin berani mengikuti sejumlah perlombaan.
‘’Kalau dulu tidak keluar dari zona nyaman itu (memberanikan diri, Red), pasti saya tidak akan pernah merasakan menjadi finalis terbaik,’’ katanya.
Berawal dari satu perlombaan, kini mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe Tuban itu semakin aktif mencipta puisi. Bahkan, semakin berani mengikuti lomba cipta puisi dengan berbagai tema.
Dari keberaniannya tersebut, Dinda berhasil meraih banyak prestasi. Termasuk pernah menjadi penulis puisi terbaik.
Bagi Dinda, menulis puisi merupakan seni untuk menyalurkan perasaan pada sebuah tulisan. Bahkan, ketika marah sekalipun, masih bisa menyampaikannya.
‘’Hebatnya, kita bisa menyalurkan emosi dan perasaan kita tanpa harus menyakiti perasaan orang lain,’’ ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, bagian yang paling menyenangkan dalam membuat puisi adalah rasa puas.
‘’Ketika berhasil membuat puisi, seakan ada rasa kelegaan yang tidak bisa diungkapkan,’’ tandasnya. (gi/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama